Mahasiswa Ubaya Hadirkan Tas Ramah Lingkungan dari Serabut Kelapa Dilengkapi Bibit Bunga

Mahasiswa Ubaya ciptakan tas ramah lingkungan berbahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi bibit bunga.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Alga W
Istimewa
TAS SERABUT KELAPA - Mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menunjukkan inovasi tas ramah lingkungan berbahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi bibit bunga. 

Ringkasan Berita:
  • Empat mahasiswa Ubaya ciptakan tas ramah lingkungan berbahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi bibit bunga.
  • Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya degradasi lingkungan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat mahasiswa Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menciptakan tas ramah lingkungan berbahan serabut kelapa yang dilengkapi aksesoris gantungan berisi bibit bunga.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar.

Baca juga: Kualitas Panen di Jombang Terancam Turun Drastis Dampak Ratusan Hektare Sawah Tergenang Banjir

Produk tas ini merupakan bagian dari tugas kelompok dalam mata kuliah Sustainability Concept di bawah bimbingan Dr Christabel Annora Paramita Parung, M.Sc. 

Inovasi ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya degradasi lingkungan.

Khususnya yang disebabkan industri mode yang dikenal memiliki tingkat konsumsi energi tinggi serta menghasilkan limbah dalam jumlah besar.

Johan menjelaskan bahwa timnya memilih serabut kelapa sebagai bahan utama karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, harganya terjangkau, serta memiliki karakteristik kuat dan tekstur unik.

"Kami ingin mencari alternatif pengganti bahan kulit yang lebih ramah lingkungan, dan serabut kelapa menjadi pilihan yang potensial," ujarnya.

Dalam proses pembuatannya, tim melakukan berbagai eksperimen untuk menghasilkan lembaran serabut kelapa yang kuat dan fleksibel.

Mereka menggunakan campuran tepung tapioka dan air sebagai perekat alami yang dimasak secara perlahan, kemudian ditambahkan gliserin untuk meningkatkan kelenturan material.

Keunikan tas ini tidak hanya terletak pada bahan utamanya, tetapi juga pada aksesoris gantungan yang berisi lima jenis bibit bunga, yakni bunga matahari, celosia, anyelir, forget me not, dan baby’s breath. 

Konsep ini memungkinkan tas yang sudah tidak terpakai dapat ditanam dan terurai secara alami, sekaligus menumbuhkan tanaman baru.

"Semua bahan yang kami gunakan, termasuk perekatnya, kami pastikan tetap ramah lingkungan," paparnya.

"Jadi ketika tas ini sudah rusak, bisa kembali ke alam dan bahkan menghasilkan kehidupan baru," tambah Johan.

Proses produksi dilakukan secara manual, mulai dari pengolahan serabut kelapa hingga tahap penjahitan menjadi tas.

Kendala

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved