Kantor Bank Pelat Merah Madiun Lockdown

149 Karyawan Bank Pelat Merah Madiun Tunggu Hasil Tes PCR, Maidi Ancang-ancang Tutup PTM di Sekolah

149 karyawan BNI Kota Madiun masih menunggu hasil tes PCR, Wali Kota Maidi ancang-ancang tutup PTM di sejumlah sekolah.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Wali Kota Madiun, Maidi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah ada laporan seorang siswa positif Covid-19 (virus Corona), Wali Kota Madiun, Maidi menutup pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dasar (SD) siswa tersebut.

Siswa yang dimaksud adalah anak karyawan Bank Pelat Merah Cabang Kota Madiun yang kedua orangtuanya juga positif Covid-19.

"Anaknya sekolah di Kota Madiun, sekolah kita lock (tutup). Sekolahnya di SD, masih kecil anaknya," kata Maidi, Selasa (18/1/2022).

Maidi menceritakan anak tersebut sebelumnya dirawat di RS Santa Clara Madiun, Jalan Biliton. Saat opname ternyata dia bergejala batuk.

Baca juga: Kantor BNI Kota Madiun Lockdown Setelah 8 Karyawan Positif Covid-19, Varian Omicron?

Tes antigen pun dilakukan, hasilnya anak tersebut positif Covid-19 yang dilanjutkan dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan hasil sama.

Tracing pun dilakukan kepada kedua orang tua pasien yang ternyata juga positif Covid-19.

Karena bapak dari anak tersebut merupakan karyawan Bank Pelat Merah Cabang Kota Madiun, Pemkot Madiun melakukan tracing kepada 7 karyawan lain yang merupakan kontak erat.

"Kita lakukan tes antigen dan PCR hasilnya positif Covid-19," ucap Maidi.

Setelah itu, Kantor Bank Pelat Merah Cabang Kota Madiun inipun diberlakukan lockdown atau ditutup sementara selama tiga hari, yakni mulai 18-20 Januari 2022.

Tracing pun dilanjutkan kepada 149 karyawan Bank Pelat Merah Cabang Kota Madiun .

Hingga berita ini diunggah, hasil tes PCR 149 karyawan tersebut belum keluar.

Maidi berharap hasil tes 149 karyawan tersebut negatif Covid-19 .

Karena jika sampai positif, maka lockdown Kantor Bank Pelat Merah Cabang Kota Madiun yang berada di di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman akan diperpanjang.

Tak hanya itu, Pemkot Madiun juga akan melakukan tracing ke keluarga, termasuk anak karyawan yang saat ini sudah ikut pembelajaran tatap muka (PTM).

"Mudah-mudahan yang 149 karyawan ini tidak positif Covid-19. Kalau 149 karyawan kena (positif) ya kita lock (tutup) lagi," jelasnya.

"Keluarganya di mana, langsung kita bergerak cepat, sehingga dengan gerak cepat langsung diatasi. Kalau anaknya sekolah di mana itu sekolahpun saya lock (tutup) biar tidak terlalu banyak (yang tertular)," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved