Berita Tuban

Penyesalan Warga Kampung Miliarder Tuban Sudah Jual Tanah ke Pertamina, Tagih Janji dari Perusahaan

Ratusan warga kampung miliarder itu mengaku menyesal menjual tanahnya ke Pertamina. Bahkan, mereka sampai berunjuk rasa.

Kompas.com
Ratusan warga kampung miliarder mengaku menyesal menjual tanahnya ke Pertamina, Satu di antaranya warga bernama Musanam. 

TRIBUNJATIM.COM - Sebuah penyesalan kini dirasakan oleh warga kampung miliarder Tuban.

Mereka saat ini mengaku menyesal menjual tanah ke Pertamina.

Bahkan, saking menyesalnya mereka sampai berunjuk rasa.

Ada warga yang menuntut Pertamina menepati janji untuk memberinya pekerjaan

Simak informasi selengkapnya.

Baca juga: Diikuti Mahasiswa se-Indonesia, Smart Kampung Jadi Program Magang Merdeka Kemendikbudristek

Hampir 1 tahun berlalu sejak warga desa Wadung di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendadak menjadi miliarder karena menjual tanahnya ke Pertamina. Tanah mereka kini sudah menjadi bagian dari kilang minyak Tuban milik Pertamina Rosneft.

Namun, ratusan warga kampung miliarder itu mengaku menyesal menjual tanahnya ke BUMN migas itu. Mereka bahkan berunjuk rasa di kantor PT Pertamina Grass Root Revenery (GRR) Tuban, Senin (24/1/2022).

Mengutip dari Kompas.com, Selasa (25/1/2022), seorang warga bernama Musanam (60) menuntut Pertamina menepati janji untuk memberinya pekerjaan. Lantaran setelah tak punya lahan bertani, ia harus menjual ternak sapinya untuk bertahan hidup.

"Dulu punya enam ekor sapi mas, sudah tak jual tiga untuk hidup sehari-hari dan kini tersisa tiga ekor saja," kata Musanam.

Baca juga: Nasib Kampung Miliarder Tuban yang Dulu Viral, Kini Warga Jual Sapi untuk Makan seusai Lahan Dijual

Warga Kampung Miliarder di Tuban kini mengaku kesusahan makan.
Warga Kampung Miliarder di Tuban kini mengaku kesusahan makan. (Facebook - TribunJatim.com/M Sudarsono)

Warga lain yang ikut berunjuk rasa adalah Mugi (59). Ia kini tak punya pekerjaan setelah lahan pertaniannya seluas 2,4 hektare dijual ke PT Pertamina. Uang sebesar Rp2,5 miliar yang didapat dari hasil jual tanah, sudah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian ditabung.

"Ya nyesel, dulu lahan saya ditanami jagung dan cabai setiap kali panen bisa menghasilkan Rp40 juta, tapi sejak tak jual saya tidak ada penghasilan," ujar Mugi.

Mugi mengaku, sebenarnya ia tidak ingin menjual lahannya kepada Pertamina. Namun ia terus dibujuk agar mau menjual, bahkan saat sedang bekerja di kebunnya.

"Setiap saya di kebun, saya didatangi dan dirayu-rayu mas, mau diberikan pekerjaan anak-anak saya pokoknya dijanjikan enak-enak, tapi sekarang mana enggak ada," ucapnya.

Mugi, Musanam, dan ratusan pengunjuk rasa lainnya meminta Pertamina memprioritaskan warga lokal sebagai pekerja. Seperti yang dulu dijanjikan perusahaan.

Baca juga: Terjawab Tujuan Warga Kampung Miliarder Tuban Gelar Demo, PT PRPP sampai Beri Klarifikasi

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved