Berita Surabaya
Kembali Naik, Jumlah Kasus Covid-19 di Surabaya Tembus 1.000, Pemkot Bergerak Cepat Lakukan 3T
Kembali naik, jumlah kasus Covid-19 di Surabaya tembus 1.000 orang, pemkot pun bergerak cepat melakukan testing, tracing, dan treatment alias 3T.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pada awal Februari ini, kasus Covid-19 (virus Corona) di Surabaya meningkat tajam.
Hingga Jumat (4/2/2022), kasus Covid-19 di Surabaya telah menyentuh 1.067 jiwa dengan 1 orang meninggal dunia (data lawancovid-19).
Jumlah tersebut naik dibanding hari sebelumnya. Dikutip dari sumber yang sama, pada Kamis (3/2/2022), kasus Covid-19 mencapai 837 jiwa.
Pemkot Surabaya pun telah bergerak cepat. Di antaranya, dengan melakukan tracing untuk melacak penularan lewat kontak erat.
Berdasarkan penjelasan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tidak semua kasus terkonfirmasi berdomisili di Surabaya.
Baca juga: Satu Siswa SMPN 1 Kota Blitar Positif Covid-19, Teman dan Guru Dites Swab, PTM Satu Kelas Dihentikan
"Ini kan data dari (pemerintah) pusat. Setelah kami lacak, ada sekitar 171 yang bukan berdomisili di Surabaya, namun KTP-nya masih Surabaya. Sehingga, mereka yang lama tidak tinggal di Surabaya, kami keluarkan dari data ini," katanya.
Pihaknya juga melakukan tracing untuk melihat asal kasus. Berdasarkan simpulan awal, meningkatnya kasus juga masih karena perjalanan dari luar kota.
Ini seperti halnya kasus Omicron yang kali pertama masuk diketahui dari luar kota.
"Ini kebanyakan karena dari perjalanan luar kota. Dulu, saat Surabaya masih belum ada, juga didahului kota lain yang naik. Karena penduduk Surabaya juga banyak, akhirnya jumlah ikut naik," kata Eri Cahyadi.
Apabila ada warga yang terindikasi positif Covid-19, maka warga yang bersangkutan akan karantina ke tempat isolasi terpusat (isoter) untuk mendapat penanganan dari tenaga kesehatan.
Selain dengan tracing dan treatment, pihaknya juga menerjunkan Tim Swab Hunter.
"Tim Swab Hunter dan Swab Massal kami terus turun untuk melakukan tes secara masif. Terutama di tempat yang ada keramaian ya," katanya.
Upaya tes (testing), telusur (tracing), dan tindak lanjut (treatment) atau 3T ini akan dikolaborasi dengan sosialisasi protokol kesehatan.
"Makanya, kami titip ke masyarakat Surabaya. Saya titip betul jaga prokes (protokol kesehatan)," katanya.
Selain itu, Eri Cahyadi juga meminta warga tenang.
"Saya juga nyuwun tulung (minta tolong), jangan panik. Panik akan menurunkan imun. Sebaliknya, keyakinan kita akan meningkatkan imun. Sekalipun yakin, jangan jemawa," katanya.
Dengan berbagai terobosan tersebut, pihaknya berharap kasus bisa ditekan. Sehingga, warga aman dan ekonomi tetap berjalan.
Pihaknya pun masih berharap, pada pengumuman PPKM yang mungkin dilakukan pemerintah pusat di awal pekan depan, yakni Senin (7/2/2022), Surabaya masih berada di level 1.
"Saya khawatir. Kalau sampai level naik lagi, maka ekonomi akan terhenti lagi, sebab akan ada pembatasan lagi," katanya.
"Makanya, saya titip. Kalau ada yang nggak pakai masker, tolong ditegur. Jangan sampai, karena satu orang, yang kena dampaknya banyak orang," tegasnya.