Berita Jatim
Uji Klinis Tahap Pertama Vaksin Merah Putih, Disuntikkan ke 90 Orang Relawan
Uji klinis vaksin Merah Putih tahap pertama resmi dilakukan di RSUD dr Soetomo Surabaya dengan mekanisme menyuntikkan uji coba pada 90 orang relawan.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pencanangan uji klinis vaksin Merah Putih yang ditandai dengan dimulainya uji klinis tahap pertama resmi dilakukan pada Rabu (9/2/2022).
Uji klinis tahap pertama resmi dilakukan di RSUD dr Soetomo Surabaya dengan mekanisme menyuntikkan uji coba pada sebanyak 90 orang relawan.
Uji klinis tahap satu pada 90 orang relawan itu dilakukan tepatnya dengan pemberian vaksin sebanyak dua dosis dalam rentang interval 28 hari.
Kegiatan uji klinis tahap pertama tersebut dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, serta Rektor Unair Surabaya Prof M Nasih, Dirut RSUD Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi dan sejumlah pejabat.
Seremonial pencanangan uji klinis vaksin Merah Putih dilakukan dengan sangat resmi melalui penekanan bel, dan pelepasan burung merpati. Sedangkan untuk penyuntikan pada relawan tidak dilakukan dalam rangkaian acara.
Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah mengatakan, pihaknya bersama Pemprov Jatim berkomitmen untuk mengawal vaksin Merah Putih ini hingga tahap uji klinis akhir.
Tidak sampai di sana, selain mengawal proses saintifik, Gubernur Khofifah juga menekankan bahwa ia juga telah melakukan koordinasi dengan pihak strategis di skala internasional.
Hal itu dilakukannya sebagai upaya agar WHO kelak bisa memberikan approval dan pengakuan untuk vaksin Merah Putih yang merupakan inisiasi dari tim Universitas Airlangga Surabaya bekerja sama dengan bersama PT Biotis Pharmaceuticals ini.
"Secara saintifik Unair telah melakukan ikhtiar. Teknisnya dari RSUD dr Soetomo Surabaya juga support untuk dilakukan uji coba klinis fase satu hari ini, yang nanti akan dilanjutkan dengan fese kedua dan ketiga," terang Khofifah.
Pada saat yang sama, dikatakan Gubernur Khofifah, pihaknya yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Unair, telah berkoordinasi dengan Wakil Dubes Amerika, bersama Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI), serta Dubes Inggris terkait vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair.
"Ini semua harus komplementaritas karena yang dilakukan mulai saintifik di sini, termasuk uji klinisnya, support dari Menko, Menkes, BPOM, BRIN dan seterusnya, namun bahwa koordinasi internasional juga harus dilakukan," tegasnya.
Koordinasi internasional dimaksimalkan Khofifah melalui jejaring alumni Unair yang banyak memiliki kedudukan di tempat strategis. Termasuk di kedutaan yang ada di Amerika, PTRI New York dan Inggris, yang ternyata mereka juga memiliki semagat yang sama memperjuangkan vaksin produksi anak bangsa.
"Sehingga mudah-mudahan komunikasi dengan WHO yang dikuatkan dengan berbagai jurnal yang akan dilahirkan dari proses penelitian di sini, akan memberikan percepatan kita, semua berjalan aman dan sukses, sehingga kemudian mendapatkan dapat approval dari WHO," tegasnya.
Khofifah berterima kasih pada Presiden RI Joko Widodo yang telah menjadikan vaksin Merah Putih sebagai program super prioritas. Tentunya jika vaksin ini berhasil melalui uji klinis hingga tahap ketiga, maka akan menjadi kebanggaan tersendiri karena anak bangsa bisa membuktikan eksistensi dan perannya dalam mengatasi pandemi Covid-19 (virus Corona).
"Dan untuk kebutuhan relawan untuk uji klinis tahap ketiga mudah-mudahan kita bisa segera melengkapi karena di tahap tiga butuh 5.000 orang," pungkas Khofifah.
Sementara itu Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Prof M Nasih mengatakan, uji klinis dilakukan setelah vaksin Merah Putih mendapatkan izin dari BPOM.
Uji klinis akan dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah tahap pertama dilakukan penyuntikan pada 90 orang relawan, maka akan dilanjutkan dengan uji klinis dengan penyuntikan pada 400 relawan, dan uji klinis tahap ketiga pada 5.000 relawan.
"Di proses uji klinis akan ada tiga fase, fase pertama akan diikuti 90 perserta, kemudian fase kedua 400 orang dan ketiga 5.000. Karena fase dua masih harus menunggu hasil proses fase satu, maka kita akan siapkan. Tapi sebenarnya untuk fase satu dan dua sudah tersedia. Semoga semua masuk persyaratan," tegasnya.
Pihaknya pun menyampaikan terima kasihnya ada seluruh support yang telah diberikan, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah.
Terkait vaksin Merah Putih yang digadang akan bisa dijadikan sebagai vaksin booster maupun vaksin untuk anak-anak, dikatakan Prof Nasih, pihaknya menyebut semua itu harus menunggu hasil dari seluruh proses uji klinis.
Vaksin Merah Putih dikembangkan dengan platform inactive virus atau virus yang tidak aktif. Untuk tahapan uji klinisnya dijadwalkan 9 Februari 2022 hingga 8 Maret 2022 untuk fase pertama.
Untuk fase kedua akan dilakukan pada 11 Maret 2022 hingga 11 April 2022. Dan uji klinis ketiga dijadwalkan setelah lolos fase kedua pada 5.000 orang.