Berita Magetan

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Magetan Diborong PNS, Warga Keluhkan Data Dipakai Orang

Pelaksanaan operasi pasar minyak goreng murah yang sedianya didatangi Gubernur Jatim di Kabupaten Magetan, banyak warga undangan tidak kebagian.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Banyak orang berseragam PNS/ASN terlihat menenteng kemasan minyak goreng murah program Gubernur Jawa Timur lebih dari dua kemasan. Setiap kemasan berisi satu liter, dan setiap orang terdata/undangan mendapat jatah dua kemasan atau dua liter setara harga Rp 25.000. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pelaksanaan operasi pasar minyak goreng murah program dari Gubernur Jatim di Kabupaten Magetan, banyak warga undangan tidak kebagian.

Ironisnya, banyak orang berseragam PNS, Satpol PP menenteng tiga, hingga empat kemasan, per kemasan seberat satu liter. Jatah per KTP dua kemasan atau dua liter, seharga Rp 25 000/2 liter.

"Saya baru datang, belum menunjukan KTP, sudah ditolak. Data saya katanya sudah dipakai. Padahal ini baru datang," kata Sri Mariyati, warga Desa Selopanggung, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, kepada Surya (TribunJatim.com) yang menyegatnya di pintu Utara Bapenda Provinsi Jatim di Magetan, Selasa (15/2/2022).

Dikatakan Sri Maryati, yang ditolak datanya sudah dipakai tidak hanya Sri Maryati, tapi ada beberapa orang sedesanya yang sama sama antre minyak goreng murah di kantor Cabang Bapenda Jawa Timur, Jalan Mayjen Sungkono, Magetan.

"Ini tetangga saya, mereka juga tidak kebagian. Karena kata petugas datanya juga sudah di pakai. Tapi siapa yang pakai data kami, mereka tidak bisa jawab,"katanya.

Baca juga: Baliho Erick Thohir-Khofifah Indar Parawansa Bermunculan di Madiun, Bawaslu Angkat Bicara

PNS/ASN terlihat menenteng lebuh dari satu kemasan minyak goreng murah program Gubernur Jawa Timur di Magetan
PNS/ASN terlihat menenteng lebuh dari satu kemasan minyak goreng murah program Gubernur Jawa Timur di Magetan (TRIBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO)

Baca juga: Begini Cara Produsen Tahu Tempe di Pamekasan Siasati Harga Kedelai yang Terus Melonjak

Kalau datang terlambat, katanya, mengapa di data sebagai pengusaha kecil terdampak dan diundang untuk menebus minyak goreng murah program Operasi Pasar Gubernur.

"Saya dan teman teman ini datang jauh jauh sekitar 6 kilometer, untuk menebus minyak goreng murah. Kita di data. Sampai sini data dipakai orang. Saya belum ambil, kok data sudah terpakai," katanya.

Bupati Magetan Suprawoto yang dikonfirmasi banyaknya warga yang terdata tidak kebagian minyak goreng di program Gubernur Khofifah ini, seperti tidak nyambung antara yang ditanyakan dan jawaban Bupati Magetan.

"Program perekonomian Pemprov, diberikan kepada pengusaha Terdampak kuota awal 2000 liter/kemasan. Karena banyak yang datang akhir, ditambah lima ratus. Info yang saya terima begitu," kata Bupati Suprawoto, kepada Surya (TribunJatim.com), Selasa (15/2).

Baca juga: Jebol Dinding Pakai Sikat Gigi, Tahanan Kasus Narkoba Ini Kabur dari Rutan Sampang, Petugas Heran

Ketika ditanyakan apa di program Operasi Pasar Minyak Goreng Gubernur Khofifah itu, PNS dibolehkan menebus minyak goreng murah. Padahal, PNS itu dipastikan tidak mendapat undangan untuk menebus minyak goreng murah

Kecuali itu tidak banyak PNS yang menjadi pengusaha kecil terdampak. Apalagi banyak yang meneteng minyak goreng itu PNS laki laki, di antaranya Satpol PP. Mereka membawa menenteng minyak goreng seperti tergesa gesa.

"Ya itu. Setahu saya awal kuota hanya 2000 liter/kemasan. Tapi setelah banyak yang baru datang ditambah 500 kemasan. Total 2500 kemasan atau 2500 liter,"kata Bupati.

Dikatakan Bupati Magetan, Magetan hanya ketempatan Operasi Pasar Minyak Goreng Murah Gubernur. Program Pemprov ini bisa membantu sebagian masyarakat.

"Kami sangat berterimakasih berketempatan. Pastinya saya tidak tahu berapa banyak. Karena tidak menyaksikan sendiri,"pungkas Bupati Suprawoto

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved