Berita Jember

Ngantor di Kecamatan Sumberjambe, Bupati Jember Hendy Siswanto Terima Aspirasi Warga Minta Ada SMK

Ngantor di Kecamatan Sumberjambe, Bupati Jember Hendy Siswanto menerima aspirasi warga yang menginginkan ada SMK di wilayahnya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto saat menghadiri acara Jember Hadir untuk Rakyat (JHur) di Kecamatan Sumberjambe, Sabtu (19/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Saat menggelar Jember Hadir untuk Rakyat (JHur), Bupati Jember, Hendy Siswanto mendengar aspirasi warga Kecamatan Sumberjambe yang mengaku membutuhkan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Selama Jumat (18/2/2022) dan Sabtu (19/2/2022) 'ngantor' di kecamatan tersebut, bupati dan jajarannya berdialog dengan banyak elemen untuk mengetahui aspirasi dan persoalan masyarakat. Sejumlah persoalan terlontar, di antaranya keinginan warga setempat terkait pendidikan.

Sebuah SMK, demikian harapan yang disampaikan oleh Muis, warga Sumberjambe, Jember.

Menurutnya, Sumberjambe memiliki sembilan desa, namun tidak ada SMK.

"Sayang, tidak ada SMK yang bisa menunjang pendidikan skill warga Sumberjambe. Ada namun jauh dari kecamatan kami," ujar Muis.

Muis berharap ada SMK yang bisa menunjang kemampuan sumber daya manusia warga setempat di Kecamatan Sumberjambe.

Dari pantauan Tribun Jatim Network, di kecamatan tersebut memang tidak ada sekolah menengah atas negeri maupun SMK negeri. SMA dan SMK dimiliki oleh pondok pesantren.

SMA negeri terdekat berada di kecamatan tetangga, seperti Kalisat, Sukowono, atau Arjasa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan, pihaknya perlu mengkaji secara mendalam.

"Sebab, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak sesederhana seperti membangaun SD atau SMP,” paparnya.

Selain itu, lanjut Bupati Hendy, juga membutuhkan para tenaga pengajar yang konsen di bidang kejuruan.

Terkait pendidikan di Kecamatan Sumberjambe, Pemkab Jember masih harus menyelesaikan beberapa persoalan. Seperti desa di kecamatan itu yang belum terlewati jaringan internet. Sementara, saat ini ada beberapa tuntutan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 (virus Corona) ini.

"Kami akan selesaikan persoalan ini tahun ini, beberapa desa yang masih blank-spot, tidak terjangkau jaringan internet," pungkas Hendy.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved