Berita Surabaya

Seharian Blokade Jalan Utama Surabaya, Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL Bubarkan Diri Secara Damai

Sejumlah 320 truk dari massa demonstrasi sopir terkait pembatasan truk over dimension over loading (ODOL) di depan Kantor Dishub Jatim, Jalan Frontage

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep di lokasi demo sopir truk 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Sejumlah 320 truk dari massa demonstrasi sopir terkait pembatasan truk over dimension over loading (ODOL) di depan Kantor Dishub Jatim, Jalan Frontage A Yani, Surabaya telah membubarkan diri, sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (22/2/2022). 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, demonstrasi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu, berlangsung kondusif dan aman. 

Meksipun ribuan massa aksi tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Bali, dan wilayah Jatim dan Jateng itu. 

Hingga proses pembubaran blokade dua ruas jalan yang dilakukan para demonstran tersebut, terjadi. Tidak ada gejolak dari massa yang bersifat merugikan. 

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya yang telah terganggu aktivitas lalu lintasnya karena sempat terjadi pengalihan dari Selatan masuk ke Kota Surabaya," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di lokasi, Selasa (22/2/2022). 

Baca juga: Demo Sopir Truk di Surabaya Picu Kemacetan, Banyak Pemotor Kelimpungan Cari Jalan Keluar

Baca juga: Lepas Masa Duda di Tanggal Cantik, Pria Ini Nikahi Janda Ponorogo dengan Mas Kawin Minyak Goreng

Upaya penyampaian aspirasi dari massa sopir truk ternyata tidak berhenti di hari ini. Kabarnya, Rabu (23/2/2022) besok, massa aksi masih ingin melanjutkan proses penyampaian aspirasi terkait, penolakan UU No 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang penindakan ODOL. 

Namun, ungkap Yusep, format penyampaian aspirasi tersebut berlangsung dalam format lain. Yakni, tidak akan ada pengerahan kendaraan truk dalam skala besar seperti yang terjadi hari ini. 

Besok, massa aksi hanya diperbolehkan mengirimkan 15 perwakilan paguyuban untuk difasilitasi bertemu dengan pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Jatim. 

Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dalam audiensi dengan Kapolrestabes Surabaya, Dishub Jatim, Pemprov Jatim, Ditlantas Polda Jatim, dan Wakapolrestabes Surabaya, yang berlangsung di Kantor Dishub Jatim. 

"Dan sepakatnya, besok tidak membawa truk seperti hari ini. Artinya, mereka hanya mewakili dari kelompok masyarakat sopir karena mungkin sebagian sopir yang lainnya harus melanjutkan pekerjaan yang harus mereka kerjakan," pungkas mantan Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim itu. 

Baca juga: Protes Aturan Pembatasan Muatan, Ribuan Sopir Parkirkan Truk Kepung Kantor Dishub Jatim

berita Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved