Berita Terkini

Serangan Rusia Terhadap Ukraina Berpotensi Perang Dunia III? Indonesia Bisa Ambil Peran Ini

Serangan Rusia di wilayah Ukraina dapat bereskalasi menjadi perang dunia (PD) III atau World War 3? Indonesia bisa mengambil peran.

Tayang:
Editor: Hefty Suud
AP PHOTO/EFREM LUKATSKY via Kompas.com
Asap dan api membubung di dekat sebuah gedung militer setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia telah meluncurkan serangan ke Ukraina sejak Kamis. 

"Sanksi tersebut tidak akan efektif karena tiga alasan. Pertama, sanksi ekonomi baru akan terasa di level masyarakat Rusia dan para elit dalam waktu 6 bulan bahkan satu tahun ke depan," terang Hikmahanto.

Baca juga: Arti Invasi Rusia ke Ukraina, Skenario Mirip Invasi ke Georgia, Kini Putuskan Hubungan Diplomatik

Jalan damai melalui Dewan Keamanan PBB akan sulit

Alasan kedua, imbuhnya, Rusia harus dibedakan dengan Iran ataupun Korea Utara yang masih sangat bergantung pada banyak negara.

Ketiga, Rusia akan dibantu oleh sekutu-sekutunya, bahkan oleh China yang melihat potensi keuntungan secara finansial.

Hikmahanto mengatakan, penyelesaian melalui Dewan Keamanan (DK) PBB pun tidak akan membuahkan hasil mengingat di dalam DK PBB ada Rusia yang merupakan anggota tetap yang memiliki hak veto.

Prajurit Ukraina duduk di atas kendaraan lapis baja pengangkut personel yang mengemudi di jalan di wilayah Donetsk, Ukraina timur, Kamis (24/2/2022).
Prajurit Ukraina duduk di atas kendaraan lapis baja pengangkut personel yang mengemudi di jalan di wilayah Donetsk, Ukraina timur, Kamis (24/2/2022). (AP PHOTO/VADIM GHIRDA)

"Apapun draf resolusi yang bertujuan untuk melumpuhkan Rusia secara militer akan diveto oleh Rusia," kata Hikmahanto.

Oleh karenanya, Rektor Universitas Jenderal A Yani ini berpendapat, satu-satunya upaya terbuka untuk penyelesaian damai adalah melalui MU PBB.

Tugas menjaga perdamaian

Di dalam MU PBB, lanjut dia, tidak ada hak veto, dan semua negara anggota memiliki satu suara yang sama.

Selain itu, dalam MU PBB, semua negara anggota bisa berperan.

"Dalam sejarahnya, MU PBB pernah melaksanakan tugas menjaga perdamaian pada 1950 saat pecah perang di Semenanjung Korea, MU PBB mengeluarkan resolusi yang disebut sebagai Uniting For Peace," ujar Hikmahanto.

Ia menjelaskan, dalam resolusi tersebut dapat meminta negara-negara yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata.

"Bila seruan tersebut tidak digubris, maka MU PBB dapat memberi mandat kepada negara-negara untuk mengerahkan pasukan terhadap negara yang tidak mematuhi gencatan senjata," imbuhnya.

Lihat Foto Asap dan api membubung di dekat sebuah gedung militer setelah serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia telah meluncurkan serangan ke Ukraina sejak Kamis.(AP PHOTO/EFREM LUKATSKY)

Indonesia bisa mengambil peran

Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya, Kamis (6/5/2021).
Presiden Joko Widodo (Tribun Jatim Network/Bobby Constantine)
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved