Berita Surabaya
Pengadaan Seragam Gratis Siswa MBR 2022 Harus Lebih Siap, Komisi D DPRD Surabaya: Berdayakan UMKM
Pengadaan seragam gratis untuk siswa MBR 2022 harus lebih siap, Komisi D DPRD Surabaya: Berdayakan UMKM sesuai wilayah.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Kota Surabaya mendesak agar pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) tahun 2022 ini lebih siap. Tidak boleh ada lagi siswa MBR yang tercecer, sehingga tidak mendapatkan haknya untuk seragam gratis.
"Harus menjadi perhatian semua stakeholder. Niat baik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus dibarengi dengan implementasi dan kesiapan di lapangan. Pengadaan seragam gratis tahun 2021 kemarin menjadi catatan bersama," kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, Rabu (9/3/2022).
Tidak maksimalnya pengadaan seragam gratis bagi siswa MBR untuk jenjang SD dan SMP seluruh Surabaya kemarin menjadi evaluasi khusus. Komisi D bahkan menggelar rapat khusus terkait evaluasi pelaksanaan pengadaan seragam gratis tersebut. Selain masih banyak siswa MBR yang kancrit (tidak kebagian), juga masih belum sempurnanya data penerima.
Data yang ada di Dinas Pendidikan (Dindik) dengan data yang ada di Dinas Sosial (Dinsos) tidak sinkron. Jumlahnya terpaut jauh. Khusnul Khotimah menyebut, seharusnya hal ini tidak boleh terjadi.
"Ingat, saat pandemi Covid-19 ini, data MBR akan makin dinamis," kata Khusnul Khotimah mengingatkan.
Komisi D pun menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dindik untuk membahas kesiapan pengadaan seragam bagi siswa MBR untuk tahun ajaran 2022/2023. Kesiapan pengadaan seragam gratis nantinya tidak boleh asal-asalan.
Diakui, memang waktu persiapan yang pendek menjadi salah satu faktor munculnya masalah. Waktu itu, anggaran disiapkan ketika PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Dianggarkan Rp 45,5 miliar untuk pengadaan seragam gratis. Tahun ini sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022, yakni dianggarkan Rp 72 miliar untuk pengadaan seragam siswa MBR untuk tahun ini (Tahun Ajaran 2022/2023).
Khusnul berharap nilai anggaran ini bisa mengcover seluruh siswa MBR di Kota Surabaya. Kalau tidak menjangkau, maka pada PAK Tahun 2022 akan menutupi kekurangannya. Untuk itu, jauh-jauh hari harus disiapkan secara optimal.
"Tinggal pelaksanaan di lapangannya yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Kalau ada kekurangan, segera perbaiki,” kata Ning Kaka, penggilan akrab Khusnul Khotimah, yang berharap semua bisa berjalan sesuai rencana.
Pendistribusian Seragam
Politisi PDIP Surabaya ini mengatakan, pihaknya belum mendapatkan jawaban yang konkret dari Dindik Surabaya, terkait skema pendistribusian seragam nantinya. Masih perlu menggelar rapat lagi bersama dinas terkait lainnya.
"Kemudian masukan catatan masyarakat mengenai kualitas dan keterlambatan distribusi seragam. Karenanya, kami akan menjadwalkan ulang terkait permasalahan ini, untuk mempersiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 yang ini cukup pendek waktunya" ujarnya.
Khusnul menggarisbawahi, jangan sampai terjadi lagi keterlambatan penerimaan seragam untuk siswa MBR di PPBD 2022.
"Setelah PPBD, ada jangka waktu beberapa minggu, kemudian mulai dilakukan proses belajar mengajar. Sebelum itu seragam harus diterima, meskipun itu pembelajaran PTM (pembelajaran tatap muka) maupun PJJ (pembelajaran jarak jauh)," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pendistribusian-seragam-sekolah-gratis-bagi-siswa-mbr-ilustrasi-seragam-sekolah-gratis.jpg)