Setelah Bertemu Dubes Ukraina, Ketua Umum PBNU Gus Yahya Didatangi Dubes Rusia, Bahas Apa?

Setelah bertemu dengan Dubes Ukraina, Ketua Umum PBNU Gus Yahya didatangi Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva, ini yang dibahas.

Editor: Dwi Prastika
Situs resmi NU Online/Abror
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, 2022. 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Setelah ditemui Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianim, Senin (7/3/2022) sore, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didatangi oleh Duta Besar Rusia, Lyudmila Vorobieva, Selasa (8/3/2022).

Kedatangan ini pun menimbulkan tanda tanya.

Tempat pertemuan dengan dua dubes sama, yakni di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Gedung ini merupakan kantor utama PBNU dan pusat kegiatan organisasi yang didirikan para ulama sejak 1926 itu.

Ketika bersama Dubes Rusia, Gus Yahya menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina harus segera menghentikan peperangan yang telah mengakibatkan banyak korban.

Selain itu, Gus Yahya dalam keterangannya mengaku sudah bersepakat dengan Dubes Lyudmila terkait upaya penyelesaian perang dan mengutamakan perdamaian.

Kata Gus Yahya, Rusia sepakat ingin mengakhiri peperangan Rusia-Ukraina sesegera mungkin dengan cara yang damai dan tanpa adanya kekerasan.

"Kami berdua sepakat bahwa penyelesaian damai harus diperjuangkan dan kekerasan harus dihentikan sesegera mungkin," tegas Gus Yahya dalam konferensi pers usai pertemuan di Lantai 2, Gedung PBNU seperti dikutip di situs resmi NU, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Gus Yahya Menyerukan Rusia Hentikan Invasi ke Ukraina: Mari Bicara Lebih Beradab Tanpa Kekerasan

Meski begitu, lanjut Gus Yahya, upaya perdamaian ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru dan harus dengan matang. 

Kata Gus Yahya, tetap harus menggunakan pertimbangan yang matang dan pengamatan yang jeli karena persoalan perang Rusia dan Ukraina merupakan masalah yang cukup kompleks.  

"Tapi jelas bahwa ada masalah-masalah kompleks yang harus diurus di sana," kata pria kelahiran 1966 itu.  

Dubes Rusia sendiri menyampaikan banyak terima kasih terhadap PBNU atas respons dan sikap yang telah diberikan.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini telah banyak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian dunia.  

"Kami mengapresiasi kepada Nahdlatul Ulama yang selama ini telah banyak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian dunia," ucap Lyudmila.  

NU Dukung Perang Rusia-Ukraina Dihentikan

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved