Berita Malang

Tidak Ada Anitigen maupun PCR, Nadi Volume Penumpang KA di Daop 8 Surabaya Berdenyut

Kereta Api (KA) ternyata masih menjadi moda transportasi favorit bagi warga Indonesia. Itu terbukti sejak adanya aturan baru perjalanan, yang

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Calon penumpang saat menunggu kedatangan KA yang akan dinaikinya di ruang tunggu tempat duduk Stasiun Gubeng Surabaya 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kereta Api (KA) ternyata masih menjadi moda transportasi favorit bagi warga Indonesia.

Itu terbukti sejak adanya aturan baru perjalanan, yang tidak mewajibkan uji PCR/antigen (hanya berlaku bagi yang sudah vaksin dua hingga booster). Sehingga membuat masyarakat mulai mengandalkan KA kembali. Tak terkecuali di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

Kebijakan tidak wajib PCR ataupun Antigen sendiri diberlakukan dengan mengacu pada Surat Edaran Kemenhub no 25 tahun 2022.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif juga membenarkan perihal mulai berdenyutnya nadi volume penumpang di wilayah kerjanya.

Baca juga: Wacanakan Pasar Takjil di Kayutangan Heritage, Polresta Malang Kota Siapkan Pengalihan Lalu Lintas

"Iya mulai membaik, meskipun belum sepenuhnya normal," ujar Luqman pada TribunJatim.com, Jumat (25/3/22).

Ia menjelaskan, sebelum diberlakukannya SE Kemenhub no 25 tahun 2022, tepatnya sejak tanggal 1-7 Maret 2022, rata-rata volume pelanggan sebesar 5.718 per hari.

"Sementara sejak diberlakukannya aturan tersebut, rata-rata sebesar 6.729 pelanggan per hari," imbuhnya.

Luqman juga mengatakan, sejalan dengan membaiknya kondisi ini, pihaknya berharap calon penumpang KA tetap bisa mematuhi segala aturan protokol kesehatan (Prokes) yang ada.

"Selama berada diatas KA maupun di lingkungan stasiun, seluruh pelanggan wajib mematuhi protokol kesehatan dengan baik, seperti menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, tidak berkerumun, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand-sanitizer," tambahnya.

Selain itu, tentunya pelanggan harus juga dalam kondisi sehat, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

"Intinya, KAI akan terus memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk bisa naik kereta api," tegas Luqman.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved