Berita Jember

Ibu di Jember Nekat Buang Bayi ke Sumur, Ejekan Orang Sekitar Jadi Penyebab

FN (25), ibu bayi Khoirun Nisa Putri Mustofa terancam hukuman pidana 15 tahun penjara. Polisi menerapkan Pasal 80 UU Perlindungan Anak, dan UU

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com/Polsek Ambulu
Sumur yang menjadi lokasi penemuan jasad bayi berusia 30 hari di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (23/3/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - FN (25), ibu bayi Khoirun Nisa Putri Mustofa terancam hukuman pidana 15 tahun penjara. Polisi menerapkan Pasal 80 UU Perlindungan Anak, dan UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (P-KDRT).

"Ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Senin (28/3/2022).

Hingga awal pekan ini, polisi masih merampungkan berkas perkara. "Kami menyelesaikan BAP pekan ini," imbuh Komang Yogi.

FN, merupakan seorang ibu yang menjadi tersangka meninggalnya anak kandungnya pada Rabu (23/3/2022) lalu. Bayi Nisa ditemukan meninggal dunia di dalam sumur yang berada di area dapur rumah keluarganya.

Baca juga: Gelar Razia Sasar Kawasan Waduk Siman Kediri, Polisi Sita Puluhan Motor Berknalpot Brong

Keluarga melaporkan jika bayi itu hilang. Setelah 2,5 jam dicari, rupanya sang bayi berada di dalam sumur. Dia sudah meninggal dunia.

Meninggalnya bayi Nisa menimbulkan kecurigaan, meskipun awalnya keluarga menerima dan pasrah atas meninggalnya bayi berusia 30 hari tersebut.

Polisi pun melakukan pemeriksaan. Sabtu (26/3/2022), polisi menetapkan FN sebagai tersangka. FN mengakui telah melempar anaknya ke dalam sumur. Hal itu dipicu oleh kemarahan atas diri dan bayinya. FN mengaku kerap diejek oleh orang di sekitarnya, karena tidak bisa memberikan ASI secara maksimal untuk sang bayi. Karena ASI-nya tidak lancar, dia juga memberikan susu formula.

Namun pengakuan tentang ejekan dari sekitarnya itu masih didalami polisi. Polisi juga bakal meminta bantuan psikolog untuk memeriksa kejiwaan FN.

Hal itu untuk mengetahui, apakah FN mengalami sindrom pasca melahirkan atau kerap dikenal dengan fenomena baby blues.

FN sendiri juga didampingi oleh Pusat Perlindungan Terpadu (PPT) Pemkab Jember.

Kumpulan berita Jember terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved