Berita Lamongan

Perluas Kepesertaan dari Sektor Informal, BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Sosialiaasi Kepada Nelayan

Untuk memperluas pepesertaan dari sektor informal, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lamongan sosialisasi kepada para nelayan.

Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/istimewa
BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lamongan sosialisasi kepada para nelayan untuk memperluas pepesertaan dari sektor informal. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - BPJS Ketenagakerjaan / BPJAMSOSTEK Lamongan kembali mensosialisasikan manfaat program BPJAMSOSTEK kepada Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi sekaligus memperluas jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor informal atau bukan penerima upah (BPU).

Kepala BPJAMSOSTEK Bojonegoro, Iman M Amin, mengatakan, sosialisasi program bersama Dinas Perikanan khususnya Nelayan karena setiap pekerjaan memiliki resiko kerja apapun pekerjaannya.

Mereka setelah diberikan sosialisasi diharapkan segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPU BPJS Ketenagakerjaan dan meneruskan informasi program perlindungan ini kepada para Nelayan lainnya.

"BPJS Ketenagakerjaan lahir berdasarkan UU 24 Tahun 2011 dengan tugas melindungi seluruh pekerja Indonesia baik formal (PU) maupun BPU," ujarnya, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Gerebek Perusahaan Belum Patuh, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pengawas Ketenagakerjaan

Menurut Iman, BPJS Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik non profit oriented atau tidak mencari keuntungan, murni menjalankan program pemerintah untuk mensejahterakan seluruh tenaga kerja dan keluarganya

Sehingga, siapapun selama masih beraktivitas ekonomi atau bekerja harus terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

"Karena itu kami hadir untuk memberikan informasi pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, karena setiap pekerjaan memiliki resiko," tegasnya.

Sosialisasi program BPJAMSOSTEK yang digelar di kantor Dinas Perikanan Kaputen Lamongan ini disampaikan oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Lamongan, Dadang Setiawan.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Raih ISO 37001:2016 & Pengakuan dari ISSA, Anggoro: Upaya Pertahankan Apresiasi dari KPK

Disampaikan Dadang, untuk pekerja kategori BPU ini wajib mengikuti minimal 2 program BPJAMSOSTEK, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Program JKK dan JKM ini iurannya cukup terjangkau, hanya Rp 16.800  per bulan.

Manfaatnya, jika peserta mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan dan perawatan medis sampai sembuh ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Jika kecelakaan kerja itu mengakibatkan peserta meninggal dunia, santunan untuk ahli warisnya 48 x upah atau kisaran Rp 48 juta.

Selain itu, ada beasiswa untuk dua anak almarhum mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi yang totalnya bisa mencapai Rp 174 juta.

Beasiswa ini diberikan pertahun sesuai jenjang pendidikan. Sedangkan jika peserta meninggal dunia biasa, tidak ada kaitannya dengan kerja, santunan untuk ahli warisnya Rp 42 juta.

"Jadi, manfaat program BPJAMSOSTEK bukan hanya untuk pekerja saja, tapi juga buat keluarganya, memberi kepastian jaminan sosial untuk kelanjutan hidup dan pendidikan ahli waris sepeninggal pekerja," tandasnya.

Kata Dadang, sosialisasi kali yang telah dilakukan pada kelompok jurnalis, BPJAMSOSTEK Lamongan mencapai 30an lebih peserta sosialisasi. Mereka daftar program JKK dan JKM setelah diberikan sosialisasi dan memahami pentingnya perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan.

Sesuai data, saat ini jumlah peserta aktif BPJAMSOSTEK Cabang Lamongan mencapai 27.881 tenaga kerja formal atau Penerima Upah (PU) dan 2.299 tenaga kerja non-formal atau bukan penerima upah (BPU). (*)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved