Berita Kabupaten Pasuruan

Waspada Penipuan, Nomor Ponsel Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Dihack, Pelaku Bobol WA dan Minta Uang

Waspada penipuan, nomor ponsel Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan dihack, pelaku bobol WA dan minta kiriman uang jutaan rupiah.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menunjukkan nomor WhatsApp miliknya sudah pulih setelah diretas, Senin (28/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Nomor ponsel Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan diretas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, Senin (28/3/2022).

Tak hanya itu, nomor WhatsApp (WA) Mas Dion, sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan itu, diambil alih oleh oknum tersebut.

Bermodalkan nomor WhatsApp Mas Dion, pelaku melancarkan aksinya melakukan penipuan.

Mereka mengirimkan pesan yang sama ke beberapa nomor yang ada di dalam daftar kontak Mas Dion.  Modusnya sama, meminta bantuan.

Pelaku meminta bantuan Rp 2 juta. Alasanya karena ada urusan mendesak dan uang di ATM tidak bisa digunakan. Pelaku yang mengaku sebagai Mas Dion berjanji akan mengembalikan uang itu.

Mereka menyadari, ambil alih akun Mas Dion tidak lebih dari 12 jam. Maka mereka memanfaatkan waktu itu untuk melakukan penipuan.

Tak tanggung-tanggung, pelaku seolah sudah mengenal Mas Dion, mereka membuat rekening atas nama Sudiono Fauzan di sebuah bank milik BUMD.

Sekilas namanya memang sama. Tapi, jika yang asli, nama rekening tertulis M Sudiono Fauzan. Hanya perbedaan satu huruf, yakni M.

Mas Dion mengaku tidak mengetahui nomor WhatsApp (WA) miliknya dibajak. Ia mengaku hanya mendapat telepon dan WhatsApp dari koleganya di nomor lain.

"Saya baru sadar itu. Selanjutnya, saya kirimkan WA ke beberapa teman dan menyampaikan bahwa awas ada penipuan yang menggunakan nama saya," katanya.

Ia menyampaikan, ada beberapa orang yang nyaris dan sudah tertipu oleh pelaku. Ada beberapa yang sudah mengirimkan uang, bahkan sampai Rp 6 juta.

"Saya pastikan itu bukan saya. Akun WA saya diambil alih dan digunakan untuk meminta uang. Tapi, allhamdulillah, ini sudah aktif dan sudah normal kembali," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved