Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Nganjuk

Bertekad Turunkan Angka Kemiskinan & Pengangguran, Marhaen Djumadi: Tahun Ini Nganjuk Harus Bangkit

Bertekad menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Nganjuk, Marhaen Djumadi: Tahun ini Nganjuk harus bisa bangkit.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Nganjuk, Selasa (29/3/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menargetkan bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Nganjuk.

Ini dikarenakan, naiknya angka kemiskinan dan pengangguran merupakan satu di antara indikator capaian perekonomian dan kesejahteraan dari masyarakat di suatu daerah.

Marhaen Djumadi mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2020 lalu sebesar 11,62 persen, dan pada tahun 2021 angka kemiskinan naik menjadi 11,85 persen. Demikian pula dengan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Nganjuk pada tahun 2021 mencapai 4,80 persen dari sebelumnya 4,64 persen.

"Kenaikan angka kemiskinan dan pengangguran tersebut sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Itu terjadi di seluruh daerah kabupaten/kota dan Provinsi Jawa Timur," kata Marhaen Djumadi, Selasa (29/3/2022).

Melihat kondisi tersebut, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya bersama tim Pemkab Nganjuk terus berupaya mencari formula terbaik dan tepat untuk bisa kembali menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran. Karena bagaimanapun, hal itu terkait dengan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

"Kami optimistis, dengan semangat untuk bangkit, maka formula untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran bisa didapat secepatnya," tandas Marhaen Djumadi.

Memang, diakui Marhaen Djumadi, Kabupaten Nganjuk bisa sedikit lega dengan kondisi yang dialami. Di mana produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Nganjuk selama tahun 2021 mencapai sebesar Rp 28,5 triliun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk pada tahun 2021 tumbuh pesat sebesar 5,32 persen, dari kondisi sebelumnya minus 1,71 persen, yakni sebesar 3,61 persen.

Sedangkan untuk Indek Pembangunan Manusia (IPM), ungkap Marhaen Djumadi, Kabupaten Nganjuk tahun 2021 sebesar 71,97 persen. Pada tahun 2022 ini IPM Kabupaten Nganjuk harus melampui standar World Bank sebesar 72 persen.

"Itu semua sebagai dampak pandemi Covid-19, dan tahun ini Kabupaten Nganjuk harus bangkit dan tumbuh serta berkembang kembali untuk semua sektor yang ada," ucap Marhaen Djumadi.

Lebih lanjut dikatakan Marhaen Djumadi, sejumlah upaya yang didorong untuk terus berjalan adalah masuknya investasi di Kabupaten Nganjuk. Ini dikarenakan dengan banyaknya investasi yang masuk ke Kabupaten Nganjuk, maka diharapkan akan berdampak pada perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk. Di antaranya dengan banyaknya tenaga kerja produktif lokal Kabupaten Nganjuk bisa terserap di perusahaan-perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Nganjuk.

"Tentunya itu juga bisa berdampak pada penurunan angka pengangguran sekaligus menurunkan angka kemiskinan warga yang mendapatkan penghasilan dari menjadi tenaga kerja perusahaan," tandas Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 semakin mereda dan membaik, maka masuknya investasi ke Kabupaten Nganjuk kembali bergairah. Apalagi Pemkab Nganjuk telah menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor yang akan menanamkan investasinya di Kabupaten Nganjuk.

"Makanya, kami optimistis Kabupaten Nganjuk akan segera bangkit perekonomiannya dan laju pembangunan di berbagai bidang bisa kembali berjalan dengan baik," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved