Berita Kabupaten Pasuruan

Usulkan Beasiswa Sarjana untuk Guru PAUD, TK dan KB di Pasuruan, Gus Mujib: Demi Masa Depan

Usulkan beasiswa sarjana untuk guru PAUD , TK dan KB di Kabupaten Pasuruan, Gus Mujib: Untuk masa depan mencetak generasi emas.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron mengusulkan agar guru-guru PAUD, Kelompok Belajar (KB), dan TK bisa mendapatkan beasiswa sekolah sarjana, 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron mengusulkan agar guru PAUD, Kelompok Belajar (KB), dan TK bisa mendapatkan beasiswa sekolah sarjana.

Hal itu diusulkan Gus Mujib, sapaan KH Mujib Imron saat Rapat Dengar Pendapat Panja Formasi GTK-PPPK 2022 bersama anggota Komisi X DPR RI.

"Di Pasuruan, banyak guru PAUD, TK dan KB yang hanya lulusan SLTA sederajat. Ini perlu ada apresiasi kepada mereka untuk naik kelas," kata Gus Mujib.

Dia mengusulkan kepada Komisi X DPR RI untuk memberikan kesempatan guru-guru ini meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dengan melanjutkan sekolah sarjana.

"Pemerintah wajib memberikan kesempatan bagi mereka. Karena itu penting, untuk masa depan dalam mencetak generasi emas," paparnya.

Ia menyebut, guru PAUD dan lainnya memiliki peran penting dalam mendidik dan mendampingi anak-anak sejak usia dini. Jadi, kapasitas mereka juga harus mencukupi.

"Insyaallah 2023, pemkab akan menganggarkan sendiri dan menyiapkan beasiswa bagi mereka. Tapi, kami mohon ke Komisi X untuk memberi bantuan dan dukungan," jelasnya.

Diharapkannya, beasiswa sarjana ini bisa memberikan pengalaman dan pembelajaran para guru untuk peningkatan kapasitasnya dalam mendidik generasi penerus bangsa.

"Ini adalah komitmen Pemkab Pasuruan, utamanya dukungan dari pak bupati agar memperjuangkan nasib para guru ini," urainya.

Di sisi lain, Pemkab Pasuruan juga terus memperjuangkan nasib para guru maupun tenaga kependidikan yang hingga kini masih belum sejahtera.

Gus Mujib mengatakan, permasalahan guru di Kabupaten Pasuruan cukup kompleks. Hingga kini masih banyak guru maupun tenaga kependidikan lainnya yang sudah mengabdi puluhan tahun, namun masih berstatus non-PNS alias honorer.

Ia meminta Komisi X DPR RI agar bisa memperjuangkan penyediaan anggaran kepada Kementerian Keuangan maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kabupaten Pasuruan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved