Berita Kabupaten Kediri

Menapaki Jejak Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari di Ponpes Salafiyah Kapurejo Kediri

Menapaki jejak pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari di Ponpes Salafiyah Kapurejo Kediri. Pernah tinggal di Kasepuhan 1 Pondok Kapu dua tahun.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Melia Luthfi Husnika
Kasepuhan 1 Ponpes Kapurejo Kabupaten Kediri, Jumat (8/4/2022). Kasepuhan 1 ini merupakan rumah yang dulunya menjadi tempat tinggal KH Hasyim Asyari dan sang istri, Nyai Masruroh pada tahun 1942. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pondok Pesantren Kapurejo atau Ponpes Kapu menjadi saksi bisu perjuangan tokoh besar ulama Indonesia, KH Hasyim Asyari

Pondok yang terletak di Kapurejo, Pagu, Kabupaten Kediri, ini sudah berdiri sejak tahun 1890an dan masa kejayaannya di tahun 1990-2000an. 

KH Hasyim Asyari yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia diketahui pernah tinggal di rumah yang berada dalam kawasan Ponpes Kapu. Pemilik Ponpes Kapu sendiri merupakan mertua dari KH Hayim Asyari. 

Kiai Ahmad Najmuddin, generasi ketiga keluarga Pondok Kapu menuturkan, KH Hasyim Asyari pernah tinggal di rumah yang saat ini disebut sebagai Kasepuhan 1 Pondok Kapu selama dua tahun. 

"Beliau (KH Hasyim Asyari) tinggal di sini tahun 1942an. Beliau tinggal bersama Bu Nyai (istri KH Hasyim) saat itu," ungkap Kiai Ahmad saat ditemui di depan rumah tinggal KH Hasyim Asyari, Jumat (8/4/2022). 

Kiai Ahmad menceritakan awal mula kedatangan KH Hasyim ke Pondok Kapu. Ulama besar yang juga turut memerjuangkan Kemerdekaan RI ini hendak mengunjungi putri KH Hasan Muchyi, yakni Nyai Masruroh. 

Putri bungsu pendiri Ponpes Salafiyah Kapu tersebut saat itu sedang sakit keras.

"Dengan bantuan dari Mbah Hasyim, Nyai Masruroh yang saat itu tengah sakit bisa berangsur membaik kesehatannya. Setelah itu beliau (Mbah Hasyim) dan Nyai Masruroh menikah," ujar Kiai Ahmad. 

Setelah pernikahan tersebut, KH Hasyim turut membantu mendirikan madrasah. Kiai Ahmad menjelaskan, pada masanya, sang pendiri NU tersebut turut merintis madrasah di Pondok Kapu. KH Hasyim turut menyebarkan syiar Islam melalui madrasah di pondok. 

"Sampai pada akhirnya di tahun 1945an beliau kembali ke Tebuireng Jombang dan sampai wafat di sana," papar Kiai Ahmad. 

Saat ini, Ponpes Salafiyah Kapurejo berada di bawah asuhan generasi ketiga dan keempat. Hingga sekarang, Ponpes Salafiyah tertua ini memiliki kurang lebih 400 santri putra dan santri putri.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved