Drone Berkembang Semakin Canggih, Arya Dega: Merambah ke Frekuensi Tri Band

Drone atau pesawat nirawak kini berkembang semakin canggih, Arya Dega: Merambah ke frekuensi Tri Band.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Penasihat Pengurus Federasi Drone Indonesia (FDI), Arya Dega saat menunjukkan drone Autel Lite, yang telah memiliki teknologi Tri Band, Senin (11/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perkembangan drone atau dikenal sebagai pesawat nirawak di Indonesia, semakin canggih.

Pasalnya, pasar Indonesia sudah dimasuki oleh produsen drone berfrekuensi Tri Band.

Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Penasihat Pengurus Federasi Drone Indonesia (FDI), Arya Dega.

Arya Dega mengungkapkan, sebuah drone mengalami interferensi saat melintas di dekat perangkat lain karena rebutan frekuensi.

Sementara, produk teknologi yang saat ini bermain di frekuensi 2,4 GHz (single band) dan 5,8 GHz (dual band) semakin banyak. Mulai dari perangkat ponsel, WiFi, hingga perangkat komunikasi nirkabel antargedung untuk mengirim data.

"Tentu, situasi tersebut menuntut produsen drone mencari solusi dari masalah interferensi itu. Dan jawabannya, adalah teknologi frekuensi Tri Band," ujar Arya Dega kepada TribunJatim.com, Senin (11/4/2022).

Dirinya menjelaskan, Autel, sebagai salah satu produsen drone, telah meluncurkan drone dengan teknologi frekuensi Tri Band.

"Tentunya, hal tersebut merupakan suatu kemajuan tersendiri. Pasalnya, dengan teknologi Tri Band, kepadatan lalu lintas frekuensi di udara bisa teratasi. Sehingga, transmisi sinyal drone tidak terganggu saat terbang di ketinggian," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, dua drone produksi Autel yang telah menerapkan teknologi tersebut, adalah Autel Nano dan Autel Lite. Dan harganya telah menembus hingga angka Rp 14 juta.

"Dan di Indonesia sendiri, Autel telah mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya pilot drone. Pasalnya, drone Autel memiliki kualitas kamera yang baik, terutama saat digunakan untuk foto dan video malam hari," terangnya.

Meski begitu, ia juga menambahkan, penerbangan drone pada malam hari tetap harus mengikuti regulasi penerbangan drone yang telah diatur dalam perundang-undangan.

"Setiap pilot drone, wajib minimal satu kali pernah mengikuti sertifikasi pilot drone. Agar mengetahui apa yang  boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam menerbangkan drone di wilayah udara Indonesia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved