Berita Nganjuk

783 Tenaga PPPK Dapat SK, Plt Bupati Nganjuk Minta Mereka Jalankan Tugas dengan Penuh Tanggung Jawab

Sebanyak 783 orang dapat SK penetapan, Plt Bupati Nganjuk minta tenaga PPPK jalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat memberikan arahan kepada tenaga PPPK Pemkab Nganjuk setelah menerima SK penetapan, Jumat (1/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Setelah berhasil lolos dalam serangkaian seleksi yang digelar Pemkab Nganjuk pada tahun 2021 lalu, 783 tenaga guru ditetapkan menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Nganjuk.

Kepala BKD Kabupaten Nganjuk, Adam Muharto menjelaskan, penetapan tenaga PPPK ini merupakan tahap awal. Karena akan segera menyusul sebanyak 263 orang tenaga guru yang masuk tahap dua dan kini masih dalam proses verifikasi.

"Dalam waktu dekat ini untuk penetapan tenaga PPPK tahap kedua akan dilakukan setelah proses verifikasi selesai," kata Adam Muharto, Jumat (1/4/2022).

Dikatakan Adam Muharto, sebenarnya dalam rekrutmen tenaga PPPK Kabupaten Nganjuk, ada sebanyak 1.168 formasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun yang memenuhi persyaratan dan kriteria dalam perekrutan tenaga PPPK tersebut dalam tahap pertama sebanyak 786 orang, tetapi tiga orang meninggal dunia. Dan untuk tahap kedua, sebanyak 263 orang tenaga PPPK yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan.

"Tenaga PPPK yang lolos seleksi tersebut mulai hari ini ditetapkan dalam SK, sehingga segera bisa menjalankan tugasnya masing-masing," ucap Adam Muharto.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya mengharapkan tenaga PPPK yang telah ditetapkan dalam SK betul-betul menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan lebih baik. Di samping itu, tenaga PPPK harus bisa ikut mewujudkan pembangunan Kabupaten Nganjuk yang nyawiji.

"Untuk itu, kami mengajak tenaga PPPK untuk ikut bangkit membangun Kabupaten Nganjuk menjadi lebih baik lagi setelah terpukul pandemi Covid-19," kata Marhaen Djumadi.

Selain itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya mengingatkan tenaga PPPK tersebut juga aparatur sipil negara (ASN). Dan yang membedakan antara PPPK dan PNS yakni PNS sebagai pegawai tetap dan PPPK sebagai tenaga kontrak kerja.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, tenaga PPPK juga memiliki tugas dan tanggung jawab sama dengan PNS Pemkab Nganjuk. Tenaga PPPK akan dilakukan pembaruan kontrak kerja selama satu tahun sampai 30 tahun. Namun apabila tenaga PPPK tersebut tidak bisa bekerja dengan baik, maka bisa saja dilakukan pemutusan kontrak kerja sesuai aturan yang ada.

"Makanya, tenaga PPPK harus bisa bekerja maksimal sesuai tugas yang diamanatkan. Bekerja dengan loyalitas yang tinggi dan bertanggung jawab penuh dalam setiap tugas yang dibebankan," tutur Marhaen Djumadi.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Baca berita tentang Nganjuk

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved