Berita Tulungagung

675 Guru Honorer di Tulungagung Tersenyum Gembira Setelah Resmi Ganti Status Jadi PPPK

675 guru honorer di Tulungagung tersenyum gembira setelah resmi berganti status menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo secara simbolis menyerahkan SK Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Rabu (20/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Belasan guru yang merupakan perwakilan guru honorer yang kini telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersenyum ceria, saat meninggalkan Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung, Rabu (20/4/2022).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto, ada 675 PPPK guru yang menerima SK pengangkatan.

Sebelumnya ada 678 orang, tiga gugur dengan rincian satu meninggal dan dua dinyatakan tidak layak.

"Yang dua ijazahnya ternyata D3 padahal seharusnya S1. Karena itu mereka dicoret," terang Soeroto.

Mereka yang diangkat hari ini merupakan hasil seleksi PPPK formasi tahap 1 tahun 2021.

Sementara masih ada 105 PPPK yang belum menerima SK pengangkatan.

Lanjut Soeroto, pertimbangan teknis (Pertek) nomor induk mereka belum turun dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). 

"Prosesnya di BKN, kami menunggu nomor induk mereka turun, baru ditindaklanjuti dengan pengangkatan," paparnya.

Para PPPK dikontrak selama lima tahun, lalu ada evaluasi kinerja.

Mereka juga akan menjalani mekanisme penilaian kinerja, sebagai syarat memperpanjang kontrak.

Secara resmi mereka baru akan menerima gaji sebagai PPPK pada 1 Mei 2022.

"Per 1 Mei mereka sudah menerima hak-haknya sebagai PPPK. Gaji dianggarkan dari APBD yang dialokasikan dari DAU pemerintah pusat," tandas Soeroto.

Seorang PPPK setara PNS golongan 3A, dan akan menerima gaji pokok Rp 2.900.000.

Selain itu mereka juga berhak menerima tunjangan anak dan istri, tunjangan beras, tunjangan kesehatan, tunjangan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Mereka juga berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) maupun gaji ke-13.

Total pendapatan bulannya sekitar Rp 3.400.000.

Sementara saat jadi guru honorer, mereka hanya dapat uang transportasi Rp 350.000 per bulan untuk SD dan Rp 400.000 untuk SMP.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved