Berita Jatim

Emil Dardak Dilantik Jadi Ketua DPD Partai Demokrat, Pengamat Sebut Emil Harus Lakukan 1 Hal

Terpilihnya Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Jatim Partai Demokrat, dianalisis oleh Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abd

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Januar
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
Pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Jumat (22/4/2022). Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik secara langsung Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur periode 2022-2027. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terpilihnya Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Jatim Partai Demokrat, dianalisis oleh Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam.

Menurutnya, setiap partai mempunyai mekanisme tersendiri dalam memilih ketua. Jika melihat tren, sepertinya regulasi terkait dengan ketentuan DPD dan DPC dalam rangka penguatan komando DPP.

"Sehingga tidak murni berdasarkan suara terbanyak. Tetapi ada mekanisme yang kemudian dipilih melalui DPP. Seperti yang terjadi pada Partai Demokrat, jadi tidak otomatis suara yang terbanyak lalu terpilih sebagai Ketua," ujarnya, Sabtu (23/4/2022).

Regulasinya, kata dia, dibuat dengan model tahap akhir ditentukan oleh DPP. Hampir semua partai memiliki model yang serupa. Tujuannya dalam rangka penguatan komando DPP.

"Kalau konstitusi atau peraturan dibuat seperti itu, maka akhirnya tidak selalu siapa yang mendapatkan dukungan arus bawah paling banyak, lantas calon itu terpilih," terangnya.

Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Pejabat Forpimda Kota Blitar Cek Pos Pengamanan di Stasiun dan Terminal

Sehingga, lanjut dia, kalau sekarang menjadi ketua DPD DPC, harus kuat mengakar ke bawah juga harus kuat mengakar ke atas. Kalau mengakar ke bawah saja tapi ke atas tidak kuat, maka tidak terpilih.

"Demikian juga sebaliknya kalau terlalu kuat mengakar ke atas, lalu di bawahnya tidak kuat maka tidak terpilih, karena ada persyaratan minimal dukungan dari arus bawah," ucapnya.

"Saya melihat mas Bayu Airlangga, dukungan ke DPP tidak kuat, kalau dukungan arus ke bawah cukup kuat serta dominan dukungan DPC. Tapi kalau dukungan ke DPP tidak kuat," sambungnya.

Dirinya menyarankan, sebagai ketua DPD Jatim Partai Demokrat terpilih, Emil Dardak segera melakukan konsolidasi lebih cepat dan rekonsiliasi dengan menggandeng kader DPC yang tidak memilih Wakil Gubernur Jatim tersebut.

"Kalau dilakukan lebih cepat tentu akan lebih kondusif. Namun bila masih ada kendala berarti masih fokus kepada internal, sementara partai jelas butuh strategi ekspansi," ungkapnya.

Surokim melihat, tinggal Emil membangun komunikasi lebih intensif kepada kader kader yang tidak memilihnya. Mereka dirangkul didekati supaya kemudian energi DPD tidak habis mengurus internal, serta segera ekspansif.

"Selalu ada pengaruh, tinggal kembali menunggu gerak dari ketua terpilih apakah bisa melakukannya dengan cepat. Saya kira masih ada waktu 2024 Demokrat lebih kompetitif. Tapi kalau energinya habis buat konflik maka mengkhawatirkan," jelasnya.

"Unjuk rasa Kader Demokrat kemarin merupakan bagian dari penyampaian pesan kepada ketua yang terpilih. Artinya, kalau masih ada ketidakpuasan lewat demo maka dijadikan tantangan untuk segera berkomunikasi. Tinggal rekonsiliasi butuh waktu mendekati DPC DPD yang tidak memilih Emil," tuntas Surokim.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved