Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ramadan 2022

Ketua MUI Jatim Ainul Yaqin: Agar Serasa Menjalani Puasa Sepanjang Masa

Ketua MUI Jatim, Ainul Yaqin menjelaskan tiga hal yang akan diterima orang yang berpuasa ketika ia melakukannya dengan keimanan sungguh-sungguh.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Ainul Yaqin menjelaskan tentang tiga hal yang akan diterima oleh orang yang berpuasa ketika ia melakukannya dengan keimanan sungguh-sungguh dan penuh harapan kepada Allah SWT, Kamis (28/4/2022). 

Oleh: Ainul Yaqin
(Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur/MUI Jatim)
Kamis (28/4/2022)

TRIBUNJATIM.COM - Hikmah puasa Ramadan sungguh luar biasa. Setidaknya ada tiga hal yang akan diterima oleh orang yang berpuasa ketika ia melakukannya dengan keimanan sungguh-sungguh dan penuh harapan kepada Allah SWT.

Pertama, pengampunan dosa, yang kedua penyempurnaan akhlak dan perbaikan perilaku, kemudian ketiga adalah pahala dari Allah SWT.

Berkaitan dengan yang pertama, Rasulullah SAW bersabda:

مَن صامَ رَمَضانَ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ

"Barang siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR al-Bukhari)

Pengampunan dosa itu akan lebih mantap lagi jika di malam bulan Ramadan juga diisi dengan ibadah salat sunah tarawih sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa melaksanakan salat malam di bulan Ramadan (salat tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Muslim).

Dengan demikian, ketika seorang muslim secara istiqamah dapat melaksanakan puasa secara sempurna setiap tahun dengan sepenuh hati, yakni menghindarkan diri dari hal yang akan membatalkannya dan menghindari hal yang menurunkan kualitas ibadah puasanya, serasa baginya mendapat pengampunan dosa sepanjang masa, selama ia tidak melakukan dosa-dosa besar. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Nabi SAW:

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إلى الجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إلى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الكَبَائِرَ

"Salat lima waktu, ibadah Jumat dengan ibadah jumat berikutnya, dan puasa Ramadan yang satu dengan puasa Ramadan berikutnya,  itu semua merupakan penghapus dosa antara keduanya, selama menjauhi dosa-dosa besar." (HR Muslim)

Yang kedua, puasa mempunyai kaitan dengan pembentukan kepribadian dan penyempurnaan akhlak. Menyempurkan akhlak manusia adalah misi diutusnya Rasulullah SAW. Sabda beliau:

إنّما بُعثتُ لأتمِّمَ صالحَ الأخلاقِ

"Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kebaikan akhlak." (HR Imam Malik dalam al-Muwatha’, al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra)

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved