Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Trenggalek

Kirab Tumpeng Ketupat di Durenan Trenggalek Tahun Ini Ditiadakan, Masih Waspada Covid-19

Acara Kirab Tumpeng Ketupat di Kecamatan Durenan Trenggalek tahun ini ditiadakan, masih waspada penularan Covid-19.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Suasana perempatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Senin (9/5/2022). Tempat ini biasanya menjadi rute kirab tumpeng raksasa yang tahun ini tak digelar. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Tahun ini, acara budaya Kirab Tumpeng Ketupat saat Lebaran Ketupat di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek kembali ditiadakan.

Biasanya, kirab digelar saban H+7 Lebaran.

Tumpeng ketupat raksasa biasanya diarak dari Pondok Pesantren Babul Ulum menuju lapangan di Kecamatan Durenan.

Kirab tumpeng ketupat raksasa itu mulai ditiadakan sejak pandemi Covid-19 atau sejak Lebaran 2020.

Salah satu pengurus Pondok Pesantren Babul Ulum, Gus Yunus mengatakan, gelaran Kirab Tumpeng Ketupat merupakan inisiatif masyarakat sekitar untuk memeriahkan Lebaran Ketupat.

"Tahun ini karena masih pandemi, masyarakat masih trauma dengan Covid-19. Selain itu juga untuk menghormati pemerintah," kata dia, Senin (9/5/2022).

Meski demikian, masyarakat setempat tetap menggelar Lebaran Ketupat secara meriah.

Mayoritas rumah di Kecamatan Durenan menyediakan menu ketupat lengkap dengan sayur opor ayam dan lodeh.

Menurut Gus Yunus, menu ketupat yang disediakan oleh tiap warga berdasarkan kebiasaan tiap tahunnya antara 200-300 porsi.

Ia mengatakan, tradisi Lebaran ketupat di Kecamatan Durenan dimulai sejak tahun 1767, atau bersamaan dengan pendirian pondok.

"Sudah mulai sejak Mbah Mesir (Syekh Abdul Mahsyir) dan ini sudah generasi keempat," kata pria yang merupakan generasi kelima keturunan Mbah Mesir itu.

Pada awalnya, Mbah Mesir menggelar kupatan untuk menyambung tali silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

"Dulu Mbah Mesir sejak H+1 Lebaran tidak menerima tamu sampai H+6. Sehingga saat Lebaran Ketupat mulai menerima tamu," sambungnya.

Camat Durenan, Ahmad Zudan mengatakan, tidak digelarnya kirab tumpeng merupakan kesepakatan warga di Kecamatan Durenan.

"Karena ini budaya masyarakat, tahun ini masyarakat memilih untuk tidak menggelar," kata dia.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Trenggalek

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved