Berita Jember

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Jadi Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Unej

Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menjadi dosen luar biasa Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (Unej).

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah baju putih) didampingi sejumlah pejabat Polri dan Polda Jatim, seperti Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, di Taman Edukasi Kebangsaan Universitas Jember, Sabtu (14/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menjadi dosen luar biasa Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (Unej).

SK sebagai dosen luar biasa tersebut diserahkan oleh Rektor Unej di acara Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2021/2022 di Auditorium Unej, Sabtu (14/5/2022).

Menandai Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono diangkat sebagai dosen luar biasa, dia memberikan orasi kebangsaan dalam acara tersebut.

Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran rektorat Unej yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai dosen luar biasa FH Unej.

"Tentunya yang pertama, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada pak rektor serta jajarannya di Unej. Mudah-mudahan melalui kepercayaan yang diberikan kepada saya, bisa berbagi ilmu untuk mahasiswa Unej," ujar Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Sebagai dosen luar biasa di FH, lanjut Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, dirinya akan menularkan keilmuan di bidang hukum.

"Sebagai seorang praktisi, dan akademisi, tentunya saya akan menyampaikan hal tentang perkembangan hukum di Indonesia, juga tantangan di bidang hukum. Bagaimana tentang hukum progresif yang tidak selalu dilaksanakan sesuai dengan di tulisan yang ada, seperti restorative justice. Bagaimana tujuan hukum itu tentang kepastian hukum, namun juga tentang rasa keadilan dan kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Dia menyebut banyak perkembangan di dunia hukum. Seperti perkembangan di dunia teknologi informasi yang menimbulkan kejahatan baru, maupun kejahatan tradisional, namun memakai teknologi.

Ketika ditanya perihal restorative justice, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menyebut, pihak kepolisian dan kejaksaan sudah menerapkan hal tersebut. Beberapa kejahatan yang nilai kerugiannya kecil, pelakunya anak, kasusnya ringan, bisa menjadi batasan bagi penegak hukum untuk mengambil tindakan restorative justice. Di situlah letak tujuan hukum memberikan rasa keadilan, dan kemanfaatan.

SK dosen luar biasa untuk Komjen Pol Gatot Eddy Pramono diserahkan oleh Rektor Unej, Iwan Taruna di hadapan ratusan orang wisudawan. Setelah menyampaikan orasi kebangsaan, dan menerima SK dosen luar biasa, Gatot berkeliling ke sejumlah fakultas di Universitas Jember, dan berakhir di FH Unej.

Di FH Unej, Gatot melihat Taman Edukasi Kebangsaan di sisi barat kampus FH. Taman Edukasi Kebangsaan itu dilengkapi dengan mural bertema kebangsaan, antara lain mural bergambar presiden RI pertama sampai ke Joko Widodo, tokoh agama, dan nasional. Juga ada mural tempat ibadah lintas agama.

“Salah satu kegiatan dalam Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah praktisi mengajar, dan menjadi kebanggaan bagi Universitas Jember menerima Wakapolri sebagai pengajar di kampus, mengingat kepakaran beliau di bidang kepolisian dan hukum,” kata Iwan Taruna.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jember

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved