Potret Jade Princessa Nugroho, Penari Balet Sekaligus Content Creator dengan Segudang Prestasi

Sosok Jade Princessa Nugroho, penari balet Indonesia sekaligus content creator yang memiliki segudang prestasi. Bercita-cita buat wadah untuk penari.

Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Jade Princessa
Jade Princessa Nugroho (19) penari balet dengan segudang prestasi, 2022. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di usianya yang masih belia, Jade Princessa Nugroho (19) sudah memiliki segudang prestasi di bidang balet.

Jade Princessa Nugroho sudah bergabung dengan company ballet yang tak semua orang bisa, ia juga berhasil menyabet beberapa penghargaan bergengsi.

Kecintaannya menjadi balerina dimulai saat Jade masih berusia 7 tahun. Mulanya, balet ia lakoni sebagai hobi yang lama kelamaan semakin disukainya. Jade aktif mengikuti les balet sejak kecil hingga kemudian memutuskan ingin berkarier di bidang tersebut. 

"Saya sangat menyukai balet karena menurut saya balet itu seni yang sangat indah. Gerakannya sangat sulit dan detail sekali, sehingga memerlukan latihan yang keras untuk bisa mencapai ke level profesional, tetapi saat saya menari, saya merasa bisa mengekspresikan diri saya lewat gerakan saya," kata Jade, Jumat (20/5/2022).

Tak hanya aktif dalam kelas khusus balet, pemilik akun Instagram @jade.princessa ini juga sering mengikuti kompetisi balet sejak kecil. 

Untuk menunjang kemampuannya, Jade juga bersekolah balet hingga ke luar negeri. Jade ingin membuktikan bahwa balerina dari Indonesia bisa berkompetisi dan berprestasi di ajang internasional.

"Saya ingin masuk ke company ballet di sana (luar negeri). Saya masuk ke Full Time Program dan pilih melakukan sekolah secara home schooling karena latihan setiap hari dari pagi sampai sore. Semenjak mengikuti training Full Time Program/Pre-Professional Program, saya mengikuti beberapa kompetisi nasional dan internasional," ungkap perempuan kelahiran 6 Februari 2003 tersebut. 

Lulusan Sekolah Kristen Mawar Saron tahun 2019 ini menuturkan, setelah menamatkan pendidikan SMA di usia 16 tahun, ia langsung terbang ke Amerika Serikat untuk mencapai mimpinya memperdalam balet. 

Jade diterima di level Akademi 3 di Orlando Ballet School di Orlando, Florida, USA, selama 2 season (2019-2020 dan 2020-2021). 

"Saat upacara kelulusan SMA, saya tidak dapat hadir, karena sudah masuk Orlando Ballet School waktu itu. Di Orlando Ballet School saya dilatih oleh guru-guru kaliber internasional, salah satunya Mr Phillip Broomhead, sehingga saya merasa sangat improve dan berkembang," paparnya.

Di tahun 2019, Jade berhasil mendapatkan financial aid untuk Harid Conservatory Summer Program di Boca Raton, Florida, USA dan dua tahun setelahnya, ia mendapatkan financial aid untuk berkompetisi di YAGP, Tampa, Florida, USA. Jade juga menjuarai beberapa kompetisi dan mendapatakan berbagai macam penghargaan dan beasiswa.

Jade menjelaskan, keluarganya bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Jade dan keluarga tinggal di apartemen kontrakan sampai sekarang. Mulanya keputusan Jade fokus dalam balet sempat tak mendapat persetujuan keluarga.

Namun pada akhirnya orang tua Jade tetap mendukung penuh potensi yang dimiliki anak perempuannya tersebut. Dengan prestasi yang dimilikinya sekarang, Jade sangat berterima kasih pada kedua orangtuanya. 

"Saya sadar untuk saya bisa mendapatkan training balet yang saya butuhkan, orang tua saya berusaha habis-habisan untuk membiayai latihan saya, yang mana latihan balet adalah termasuk kegiatan yang sangat mahal, apalagi untuk bisa sampai berlatih di luar negeri," kenang Jade. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved