Berita Surabaya
Rancang Konsep Selama Satu Bulan, Peserta Antusias Meriahkan Festival Rujak Uleg Pasca Absen 2 Tahun
Para peserta antusias memeriahkan Festival Rujak Uleg 2022, setelah dua tahun acara tersebut ditiadakan akibat pandemi Covid-19.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Para peserta antusias memeriahkan Festival Rujak Uleg 2022, setelah dua tahun acara tersebut ditiadakan akibat pandemi Covid-19.
Satu di antaranya, Siska Dona, mengatakan dirinya sangat antusias kembali mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya tersebut.
Festival ini sebagai obat rindu gelaran akbar seni budaya di Kota Surabaya.
“Tahun ini penuh antusias dan semangat karena memang kemarin pandemi event mati, seniman mati juga dan ini sudah kami nanti di Surabaya memberi wadah seniman berkarya dan kami semangat,” katanya dihubungi Tribun Jatim, Sabtu (21/5/2022).
Siska mengakui untuk persiapan tampil di festival rujak uleg Kota Surabaya ini perlu waktu yang cukup lama. Hampir satu bulan sejak pendaftaran, peserta mulai mengatur konsep, artistik dan dekorasi.
Baca juga: Cahaya Lampion Bakal Hiasi Kota Tua Kembang Jepun saat Festival Rujak Uleg Surabaya
“Jauh-jauh hari peserta mematangkan konsep yang akan mereka bawa. Tampilan yang beda dari yang tahun-tahun lalu. Rinci, detail, misal tema apa di Surabaya sekarang yang masih ada kolerasi dengan kulinernya,” kata dia.
Meski tahun ini Siska tak lagi tampil sebagai peserta, namun dirinya masih terlibat dalam rangkaian pengisi acara.
Ia akan terlibat dalam penata tari dalam pembukaan acara Festival Rujak Uleg 2022 berkalaborasi dengan sanggar-sanggar tari lainnya di Surabaya.
“Dulu pernah menjadi penata tari untuk pembukaan. Setelah penata tari, saya berpartisipasi menjadi peserta mewakili PT Telkom, dua kali berturut-turut kami masuk nominasi,” katanya.
Baca juga: Mengenal Gudianto Huang, Sosok di Balik Kemudi Taksi yang Viral karena Mobilnya Penuh Cemilan
“Sekitar lima kali lebih tidak selalu jadi peserta tapi juga pengisi acara tari,” tambahnya.
Founder Sanggar Tari Kembang Maja ini menceritakan pengalamannya terlibat festival tersebut. Baginya, festival ini tidak hanya tentang kuliner tapi juga seni budaya.
“Kami (peserta) juga memikirkan art nya, seni, budaya dan tentang rujak uleg itu sendiri,” kata dia.
Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai instansi seperti perhotelan, pelaku seni budaya dan warga perwakilan tiap kecamatan di Kota Surabaya.
Baca juga: Festival Rujak Uleg Surabaya Segera Digelar, Simak 10 Titik Parkir yang Telah Disiapkan
Satu tim sekitar 35-40 orang yang memakai berbagai kostum menarik untuk menunjukan keunikan dan kemeriahannya.