Dinilai Picu Kemacetan saat Arus Mudik, Gapasdap Minta Pemberlakukan Tiket Online Perlu Dievaluasi

Gapasdap mengevaluasi angkutan mudik dan balik Lebaran 2022 di rute penyeberangan yang dinilai merugikan, karena menimbulkan kemacetan parah.

Editor: Taufiqur Rohman
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Kondisi ketika pemudik antre memasuki kapal di Dermaga II, Pelabuhan Penyeberangan Merak di Cilegon, Banten, pada Selasa (26/4/2022) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah Operator Penyeberangan yang dikonsolidasi oleh Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ( Gapasdap ) melakukan proses evaluasi atas keberlangsungan angkutan mudik dan balik Lebaran 2022 khususnya di rute penyeberangan Merak-Bakuheni yang dinilai perlu perbaikan mengingat terjadinya antrian panjang yang dialami pemudik serta kendaraan arus balik.

Secara khusus DPP Gapasdap telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan melibatkan beberapa anggota yang merupakan operator penyeberangan dalam menyikapi sejumlah problem yang ada selama proses mudik dan balik Lebaran 2022 lalu.

Ketua Umum DPP Gapasdap Khoiri Soetomo menyatakan asosiasinya yang bergerak di sektor jasa angkutan air dan penyeberangan itu memang secara khusus telah melakukan pertemuan dalam rangka monitoring serta evaluasi program angkutan Mudik-Balik Lebaran 2022.

“Kami [DPP Gapasdap] telah beberapa kali melakukan rapat sekaligus memberikan sejumlah catatan serta evaluasi agar proses pelaksanaan program Angkutan Mudik-Balik bisa terlaksana lebih baik lagi pada era-era mendatang. Catatan berbentuk evaluasi atas pelaksanaan program tersebut perlu disampaikan ke sejumlah pihak untuk sebagai bagan masukan dan perbaikan program,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Siaran Pers DPP Gapasdap, Selasa, (24/05/2022).

Lebih jauh Khoiri Soetomo menyatakan DPP Gapasdap memberikan catatan umum, namun secara khusus menyoroti rute penyeberangan Merak-Bakauheni akibat adanya kemacetan yang relatif parah saat proses angkutan mudik-balik Lebaran 2022.

“Setidaknya ada 4 [empat] pokok masalah yang menjadi critical point yang sangat Gapasdap soroti atas rute penyeberangan Merak-Bakauheni agar segera ada perbaikan kedepannya sehingga program angkutan mudik dan balik tahun depan [2023] bisa semakin membaik,” kata Khoiri.

Khoiri menyatakan sorotan pertama pada penggunaan aplikasi tiket online Ferizy dinilai sebagai salah satu penyebab terjadinya kemacetan antrian kendaraan pada rute penyeberangan Merak-Bakauheni.

Pada kontek itu, lanjut Khori, Gapasdap menilai masih banyaknya keluhan masyarakat pengguna terhadap penggunaan aplikasi tersebut.

“Masyarakat mengeluhkan baik ketika melakukan transaksi masih merasa kesulitan, yang pada akhirnya harus meminta bantuan calo/agen tiket dengan kompensasi biaya tertentu –dimana hasil temuan lapangan- yang terkadang ongkos kompensasi itu hampir sama dengan harga tiket,” ungkapnya.

Ini terlihat dari beberapa review yang diberikan masyarakat baik di App Store maupun Play Store dengan angka yang cukup rendah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved