Berita Kediri

Begini Cara Pemkot Kediri Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah mengambil kebijakan mendukung produk dalam negeri. Upaya itu dengan mengeluarkan surat edaran pelaksanaan ge

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Kota Kediri Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah mengambil kebijakan mendukung produk dalam negeri.

Upaya itu dengan mengeluarkan surat edaran pelaksanaan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Kediri

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa melalui e-purchasing yaitu di katalog lokal dan toko daring.

Pemkot Kediri telah menayangkan katalog lokal dan toko daring. Saat ini terdapat 68 pengusaha yang bergabung di toko daring dan 1.125 produk yang ada di toko daring. 

Produk-produk tersebut di antaranya berupa alat tulis kantor (ATK), makanan dan minuman, serta perkakas. 

“Kita siap menjalankan arahan dari Bapak Presiden. Berbagai upaya akan terus kita lakukan untuk menyukseskan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia,” ujar Abdullah Abu Bakar, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Resahkan Warga, Polres Kediri Amankan Puluhan Sepeda Motor Tak Standard yang akan Dipakai Balap Liar

Sebelumnya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengikuti pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual.

Pengarahan Presiden Joko Widodo dalam rangka evaluasi percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada pengadaan barang/jasa di lingkungan kementerian, lembaga dan pemda. 

Presiden Jokowi menggaungkan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia serta mengingatkan pentingnya belanja produk lokal untuk kementerian, lembaga dan daerah. 

 “APBN, APBD dan anggaran yang ada di BUMN betul-betul harus kita pegang erat agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju. Dengan anggaran yang besar sayang sekali apabila digunakan untuk membeli produk impor,” ungkapnya. 

Kementrian, lembaga, dan pemda harus mendorong produk lokal serta produk unggulan untuk masuk kedalam e-katalog. Sudah ada sekitar 340.000 produk di e-katalog dan targetnya bisa 1 juta produk di tahun ini. 

Sementara saat ini hanya 46 pemda yang sudah menayangkan katalog lokal dari total 514 pemda yang ada di Indonesia. 

“Padahal untuk membangun katalog lokal syaratnya mudah. Saya minta ini segera dilakukan. Produk lokal dan produk unggulan daerah harus bisa segera masuk,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved