Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Berikut Tujuannya

Deteksi penyakit Hipertensi sejak dini dilakukan Pemkab Nganjuk dengan menggelar gerakan deteksi penyakit tidak menular. Hal itu dilakukan dalam upaya

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Achmad Amru Muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi melakukan periksa tekanan darah (tensi darah) dalam upaya menggerakkan deteksi dini penyakit tidak menular cegah penyakit Hypertensi di Kabupaten Nganjuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Acmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Deteksi penyakit hipertensi sejak dini dilakukan Pemkab Nganjuk dengan menggelar gerakan deteksi penyakit tidak menular.

Hal itu dilakukan dalam upaya menekan kasus hipertensi di Kabupaten Nganjuk yang setiap tahun mengalami peningkatan.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, jumlah kasus penyakit Hipertensi yang terdeteksi di Kabupaten Nganjuk sekarang ini mencapai 21 ribu kasus.

Angka Kasus penyakit hipertensi tersebut diharapkan untuk bisa ditekan dengan melakukan gerakan deteksi diri penyakit tidak menular di Kabupaten Nganjuk.

"Penyakit Hipertensi ini sebenarnya penyakit mendasar dan sangat berbahaya sehingga harus diwaspadai masyarakat," kata Marhaen Djumadi dalam pencanangan Gerakan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular sekaligus peringatan Hari Hipertensi Dunia di Desa Kweden Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, Selasa (24/5/2022).

Dijelasksan Marhaen Djumadi, penyakit Hipertensi bisa menurunkan penyakit lanjutan yang berbahaya bagi warga.

Yakni dari penyakit Hipertensi tersebut bisa berkembang menjadi penyakit gagal jantung, gagal ginjal, stoke, penyakit komplikasi, dan lainnya. Penyakit lanjutan tersebut sebisa mungkin harus dapat dikurangi risikonya di Kabupaten Nganjuk melalui pencegahan diri itu.

"Makanya, kami mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan penyakit Hipertensi yang dampak lanjutanya bisa menimbulkan penyakit sangat berbahaya," tandas Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya meminta masyarakat untuk seringkali memeriksakan kondisi tensi darahnya di tempat layanan kesehatan. Bahkan, di pos pelayanan terpadu (Posyandu) terutama khusus untuk lajut usia bisa memeriksakan kondisi tensi darah, kadar gula, kolesterol, dan sebagainya.

Disamping itu, tambah Marhaen Djumadi, masyarakat sekarang ini juga harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Terutama menghindari makanan yang bisa menyebabkan penyakit hipertensi, seperti makanan berbahan ketela pohon, daging sapi, makanan berlemak, dan sebagainya. Dan masyarakat juga perbanyak olah raga santai untuk bisa mencegah atau menurunkan tekanan darah yang bisa menyebabkan penyakit hipertensi.

"Silahkan selalu hindari makanan penyebab tekanan darah naik dan tenangkan pikiran untuk selalu bahagia. Tentunya apabila hal itu bisa dijalankan masyarakat maka bisa menghindari terkena penyakit Hipertensi," ucap Marhaen Djumadi.

Ditambahkan Plt Kepala Dinkes Kabupaten Nganjuk, Laksomono Pratigjo mengatakan, gerakan periksa dini tekanan darah saat ini terus disosialisasikan untuk mencegah penyakit Hipertensi.

Di mana setiap Posyandu bisa dimaksimalkan fungsinya untuk memberikan pelayanan cek tekanan darah kepada warga.

"Tentunya dengan gerakan deteksi dini penyakit tidak menular maka Kabupaten Nganjuk diharap bisa menekan kasus penyakit hipertensi. Dan yang penting pikiran tenang dan selalu bahagia juga bisa mencegah terjadinya hipertensi," tutur Laksomono.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved