Berita Surabaya

Kemenag Surabaya Ingatkan Jamaah Haji Soal Berat Barang dalam Koper, Berangkat Maksimal 15 Kilogram

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, memohon kepada para jemaah haji untuk memperhatikan berat barang bawaan masing masing, selama beribadah ke

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Petugas Asrama Haji Embarkasi Surabaya memeriksa koper jemaah haji dan PPIH 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, memohon kepada para jemaah haji untuk memperhatikan berat barang bawaan masing masing, selama beribadah ke tanah suci.

Menurut Kepala Kemenag Kota Surabaya, Pardi, barang keperluan yang boleh dibawa ke dalam koper memiliki berat maksimal sebanyak 15 Kilogram.

"Sehingga yang dibawa di antaranya adalah baju ganti sehari hari, kebutuhan pribadi seperti obat obatan, peralatan bersolek, sarung, dan pakaian ihram," tuturnya, Selasa (31/5/2022).

Larangan berikutnya, kata dia, adalah jemaah dilarang membawa senjata tajam, obat obatan terlarang, serta hal hal yang memang dilarang di dalam penerbangan.

"Termasuk benda benda kecil seperti gunting, silet dan lain lain," tegasnya.

Baca juga: Jemaah Haji Diminta Waspadai Suhu Panas di Tanah Suci, Kemenag Surabaya: Bisa Capai 50 Derajat

"Untuk pulangnya, diperbolehkan maksimal 30 Kilogram. Jadi berangkat maksimal berat 15 Kilogram, lalu pulang ke tanah air 30 Kilogram, ketentuan hal hal yang dilarang dan tidak boleh dibawa juga tetap sama," sambungnya.

Dia berpesan, sebaiknya para jemaah membawa barang yang sewajarnya saja dan jangan berlebihan.

"Karena untuk makanan sudah kami jamin penuh, tempat tinggal dan lain lain sudah cukup. Kalau perlu kami sarankan bagi yang sudah terbiasa menggunakan ATM, cukup bawa Kartu ATM, karena aksesnya disana mudah," tegasnya.

"Jadi tidak perlu membawa uang banyak, harus benar benar saling mengingatkan satu sama lain," sambungnya.

Ia mengaku khawatir, apabila jemaah membawa barang dalam jumlah banyak, khususnya benda berharga yang dipakai secara berlebihan, dipastikan mengundang perhatian orang.

"Bisa jadi memancing orang untuk berbuat jelek kepada para jemaah. Sekali lagi membawa barang yang sekedarnya saja," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved