Berita Pasuruan

Sungai Tercemari Limbah, Warga di Pandaan Pasuruan Gelar Demo, Keluhkan Air Tak Bisa Dipakai Mandi

Warga Dusun Tudan Prapen, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan akhirnya kehilangan sabarnya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
protes warga Dusun Tudan Prapen, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Warga Dusun Tudan Prapen, Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan akhirnya kehilangan sabarnya.

Mereka marah akibat sungainya tercemar limbah perusahaan. Sungai Wangi yang melintasi desa ini diduga kuat jadi aliran limbah dari puluhan perusahaan.

Warga demo dan memasang puluhan poster protes yang ditujukan ke puluhan perusahaan yang diduga kuat mencemari sungai sehingga tidak bersih lagi.

Poster yang dipasang itu berisikan banyak tulisan, seperti “warga menolak limbah di aliran sungai”, “Dulu Sungai ini Bisa Buat Mandi, tapi sekarang tidak” dan lainnya.

Warga menuntut agar perusahaan tidak mencemari limbahnya di sungai setempat. Karena sudah bertahun-tahun kondisi itu mereka rasakan.

Baca juga: Ecoton Sebut Air Sungai Brantas Kediri Tercemar Microplastik, 20 Spesies Ikan Terancam Punah

Bambang, salah satu warga menolak pembuangan limbah perusahaan ke sungai, yang sangat mencemari lingkungan dan merugikan pemukiman. 

Ia mengaku, ada 13 perusahaan yang disinyalir membuang limbahnya ke sungai. Perusahan itu bergerak di bidang pembuatan makanan, minuman dan lainnya.

"Banyak ikan-ikan yang mati. Bau sungai tak sedap. Air pun tak bisa dipakai untuk mandi. Padahal dulu, sungai ini sering digunakan untuk mandi," tambahnya.

Nur Khotimah, menyebut, dampak pencemaran tersebut, juga mempengaruhi sumur-sumur warga. Mereka harus membeli isi ulang air bersih 

"Harusnya bisa dibuatkan sumur bor. Kami terpaksa membeli air isi ulang, karena sumur-sumur kami tercemar limbah,. Beli air ya tidak murah,” tambahnya. 

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengaku baru mendengar aksi protes warga tersebut. Ia mengaku akan memanggil perusahaan.

“Kami akan panggil perusahaan-perusahaan terkait. Untuk kami mintai penjelasannya seperti apa, termasuk menyelesaikan aksi protes warga," pungkasnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved