Berita Surabaya
Pelaku Pembuang Bayi di Parit Surabaya Dikenal Pendiam Tapi Sering Berpergian Tak Kunjung Pulang
Ibu kandung sekaligus juga pelaku pembuang mayat bayi laki-laki yang teronggok di parit Jalan Jemur Ngawinan 1, RW 02, Jemur Ngawinan, Wonocolo, Surab
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ibu kandung sekaligus juga pelaku pembuang bayi laki-laki yang teronggok di parit Jalan Jemur Ngawinan 1, RW 02, Jemur Ngawinan, Wonocolo, Surabaya, berinisial P (20), merupakan warga setempat.
Informasi yang dihimpun, P merupakan anak dari warga asli permukiman tersebut, yakni wanita yang berinisial NK (47).
P merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Anak NK, tiga orang diantaranya berjenis kelamin perempuan dan satu orang anak paling bungsu, berjenis kelamin laki-laki.
Berdasarkan pengamatan TribunJatim.com dari foto dokumentasi yang diperoleh pihak kepolisian sebelum mengevakuasi mayat bayi tersebut.
Lokasi mayat bayi tersebut hanya berjarak kurang dari satu meter dari bangunan sisi selatan belakang dinding bangunan rumah P.
Salah seorang warga sekitar berinisial SH, dirinya tidak mengetahui sosok P apakah masih bersekolah, kuliah, ataupun bekerja.
Baca juga: Pengakuan Pelaku Pembuang Bayi di Parit Surabaya, Mengaku Masih Mengandung, Hasil Medis Bayi Terkuak
Hanya saja, dirinya mengetahui, jikalau sosok P memang jarang tampak berada di rumah.
Entah karena memiliki kesibukan di luar rumah, atau memang enggan keluar dari rumah.
"Sekolah atau kuliah atau kerja, saya minta maaf saya enggak tahu. Cuma orangnya. Semua anaknya tinggal di situ. P ini anak ketiga," ujar nenek delapan cucu itu, saat ditemui di kawasan Wonocolo, Surabaya, Kamis (9/6/2022).
Kondisi yang demikian itu, membuat SH tidak terlalu mengetahui apakah P belakangan ini sedang mengandung atau tidak.
Baca juga: Sempat Jadi Misteri, Pembuang Bayi di Parit Surabaya Akkhirnya Terungkap, Sudah Ditangkap Polisi
"Enggak pernah di rumah, anaknya. Kabar-kabarnya itu, 1 bulan sebelumnya, dia itu pulang (ke rumah), kelihatan di rumah, setelah itu, dia enggak keluar sama sekali," jelasnya.
Jikalau memang si P saat itu diketahui melahirkan anaknya itu di dalam rumah, beberapa jam sebelum akhirnya diketahui membuang bayinya.
SH mengaku, dirinya tidak mendengar jeritan tangis suara bayi sama sekali, sepanjang malam sebelum adanya penemuan mayat bayi tersebut.
"Cuma, kalau kata anak-anak, ya Mas Ari (saksi penemuan mayat bayi pertama) mengaku sempat dengar suara bayi menangis, tapi biasanya di daerah sini banyak anak menangis, iya samar, tapi kita enggak menyangka kalau ternyata bayi itu," terangnya.
Baca juga: Niat Buang Air dan Iseng Tengok Jendela, Warga Surabaya Lihat Jasad Bayi di Parit, Tali Pusar Nempel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Evakuasi-jasad-bayi-yang-ditemukan-di-parit-Jalan-Jemur-Ngawinan-Wonocolo-Surabaya.jpg)