Berita Jember

Lebih dari 1.000 Ekor Hewan Ternak di Jember Terpapar PMK, Ada Empat Kasus Kematian

Lebih dari 1.000 ekor hewan ternak di Jember terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tersebar di sejumlah kecamatan, ada empat kasus kematian.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Petugas mengambil sampel liur sapi untuk mengecek kondisi hewan ternak apakah terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (14/6/2022). Hal itu karena lebih dari 1.000 ekor hewan ternak di Jember terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tersebar di sejumlah kecamatan, ada empat kasus kematian. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pemkab Jember terus melakukan pendataan hewan ternak kuku belah dua yang terindikasi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Dari data yang didapat, ada 1.107 ekor sapi di Jember yang terpapar PMK.

"Sampai kemarin siang (13 Juni 2022) terdata 1.107 ekor yang terpapar PMK, tersebar di sejumlah kecamatan," ujar Sekretaris DKPP Pemkab Jember, drh Sugiyarto kepada Tribun Jatim Network, Selasa (14/6/2022).

Dari data hewan yang terpapar PMK, ada empat kasus kematian. Yakni terjadi di Kecamatan Tempurejo, dan Sumberbaru.

Beberapa kasus PMK yang cukup banyak terjadi di Jember bagian barat, seperti Kecamatan Gumukmas.

Sugiyarto menambahkan, pihaknya terus memantau penyebaran virus PMK tersebut.

"Memang merebak di banyak tempat, jadi kami terus memantaunya," imbuhnya.

Seperti yang dilakukan pada Sabtu (11/6/2022) lalu, tim surveilans melakukan pemantauan di beberapa tempat. Hasilnya antara lain di Desa Tutul, Kecamatan Balung, ditemukan delapan ekor sapi bergejala PMK. Hewan bergejala PMK juga ditemukan di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

Sementara pemantauan di Pasar Hewan Kencong pada Sabtu (11/6/2022) lalu, petugas tidak menemukan hewan yang terindikasi suspek PMK. Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di pasar tersebut untuk pencegahan penularan PMK.

Sugiyarto menambahkan, pihaknya belum mendapatkan vaksin PMK sampai saat ini. Karenanya petugas dan pemilik hewan hanya memberikan pengobatan kepada hewan yang sakit, sesuai dengan hasil diagnosa sakitnya si hewan.

"Kami belum menerima vaksin PMK. Jadi sejauh ini ya hanya mengobati sakitnya saja, seperti dalam kasus Covid-19 kemarin, saking ini terjadi pada hewan," lanjutnya.

Dia berharap vaksin PMK segera bisa diterima oleh Kabupaten Jember, sehingga bisa disuntikkan kepada hewan ternak.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jember

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved