Berita Ponorogo

Mujahadah Kubro di Ponorogo, KH Marzuki Mustamar Ajak Nahdliyyin Lebih Mengenal Para Ulama Terdahulu

Ribuan Nahdliyyin mengikuti Mujahadah Kubro di Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/6/2022) malam hingga Senin (20/6/2022

TRIBUNJATIM.COM/Sofyan Arif Candra
Sejumlah Kiai Sepuh hadir dalam Mujahadah Kubro di Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/6/2022) malam hingga Senin (20/6/2022) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Ribuan Nahdliyyin mengikuti Mujahadah Kubro di Masjid Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Minggu (19/6/2022) malam hingga Senin (20/6/2022) dini hari.

Rintik gerimis yang sempat turun sesaat sebelum acara dimulai tak membuat para Nahdliyyin berpindah dari lokasi Mujahadah Kubro.

Sebaliknya, jemaah justru terus berdatangan hingga halaman komplek Masjid Tegalsari dipenuhi oleh lautan Nahdliyyin.

Dengan khidmat dan tertib, jemaah mendengarkan dan mengikuti alunan doa, serta sholawat yang dipimpin oleh para kiai sepuh dari sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur.

Mulai dari Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Mansur, lalu Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar, lalu Pengasuh Ponpes Alfalah Al Kholili Bangkalan, KH Abdul Adzim Kholili, dan Pengasuh Ponpes Tremas Pacitan, KH Lukman Dimyati, hingga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq yang juga cucu dari pendiri NU Almarhum Hadratusy Syech KH Hasyim Asyari, serta kiai lainnya.

Ditemui usai Mujahadah Kubro, KH Marzuki Mustamar menyampaikan ada banyak doa yang dilantunkan dalam Mujahadah Kubro yang merupakan rangkaian Peringatan Satu Abad NU tersebut.

Para kiai berdoa Nahdliyyin tetap kompak dan berkomitmen menjaga keaswajaan, kemanusiaan, dan keindonesiaan.

"Tidak mungkin, NU, dan Indonesia punya peran penting di dunia internasional untuk mendamaikan dan memberi kemanfaatan kalau godaan intern saja masih besar maka doa cukup panjang antara lain berharap seperti itu," kata KH Marzuki, Senin (20/6/2022).

Selain itu, diselenggarakannya Mujahadah Kubro ini untuk menyambungkan keilmuan dan pengetahuan dengan ulama terdahulu.

Menurut Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang tersebut ada ulama-ulama yang sangat berjasa dalam dakwah dan penyebaran agama Islam dalam masa di antara Wali Songo dan KH Hasyim Asyari.

Salah satu ulama tersebut adalah Kiai Hasan Besari yang gerakan-gerakannya dimulai dari Ponorogo. Kiai Hasan Besari juga mendirikan Pondok Pesantren Gebang Tinatar pada abad 18 yang mempunyai ribuan santri.

"Umat itu menghormati atau tabarukannya (ke ulama tersebut) belum seperti ke Wali songo, makanya sekarang di sini (Tegalsari), suatu saat di Blitar Kuningan, di Madura Batu Ampar, lalu Sunan Cendana Kwanyar Bangkalan, jadi biar umat tidak putus setelah disambungkan ke KH Hasyim Asy'ari," ucap KH Marzuki.

Selain para ulama, dalam acara tersebut nampak sejumlah pejabat dan politisi juga hadir, mulai dari Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi hingga Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved