Berita Surabaya
Terungkap Penyebab Bengkel Motor di Surabaya Terbakar, Berawal dari Lampu di Ruang Penyimpanan
Akhirnya terungkap penyebab bangunan lantai dua bengkel motor di Jalan Simo Gunung Barat Tol Kali, Gang 1, Simo Mulyo, Suko Manunggal, Surabaya, Jumat
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terungkap penyebab bangunan lantai dua bengkel motor di Jalan Simo Gunung Barat Tol Kali, Gang 1, Simo Mulyo, Suko Manunggal, Surabaya, Jumat (24/6/2022) sore.
Setelah proses pemadam api dinyatakan selesai. Tampak tiga orang petugas kepolisian berseragam Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran.
Sembari melakukan proses identifikasi area-area yang diduga menjadi sumber nyala api pemicu kebakaran.
Sesekali para petugas memintai keterangan pria berbaju hijau, bernama Hariono, selaku pemilik bangunan yang terbakar tersebut.
Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya Kompol Esti Setija Oetami menduga, penyebab kebakaran bangunan lantai dua seluas 6 m x 4 m tersebut, karena korsleting pada instalasi kelistrikan di langit-langit bangunan.
"Korsleting listrik," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Jumat (24/6/2022).
Baca juga: Kebakaran Bengkel Motor di Surabaya, 17 Truk Pemadam Masuk Gang Sempit hingga Semprot Air dari Tol
Sementara itu, pemilik bengkel Hariono menduga penyebab munculnya api karena korsleting pada kelistrikan komponen lampu penerangan ruangan.
Ruang tersebut, hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan benda tak dipakai seperti kardus bekas kemasan sparepart di gerai bengkel motornya.
"Ya kelihatan api langsung. Dugaan listrik. Di situ cuma lampu aja, gak ada benda elektronik," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, di lokasi.
Kebakaran tersebut, membuat 17 kendaraan pemadam berbagai jenis dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.
Baca juga: Bengkel Motor di Surabaya Terbakar, Api Sempat Merambat Jatuh, Pemadaman Terkendala Akses Jalan
Kepala DPKP Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan pihaknya sempat mengalami kesulitan mendekati lokasi kebakaran lantaran akses jalan yang sempit.
Sehingga membuat pihaknya menerapkan metode penyambungan selang secara estafet dari kendaraan-kendaraan berukuran besar yang berlokasi di jarak yang terbilang jauh dari jangkauan.
Bahkan, ada juga beberapa unit kendaraan pemadam, yang dikerahkan melintas titik ruas jalan tol yang berdekatan dengan tempat kejadian.
"Gang sempit kami estafet. Tadi ada yang nyerang dari jalan tol," ungkap Dedik pada awak media di lokasi.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com