Berita Probolinggo

Edarkan Okerbaya di Probolinggo, Dua Pelaku Tak Berkutik Diciduk Polisi, Terancam Hukuman 15 Tahun

Farhan Mistahur Rahman (21), warga Dusun Krajan RT 05 RW 03 Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo dan Subaidi (52), warga Ma

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Dua pengedar okerbaya, Farhan Mistahur Rahman (21), warga Dusun Krajan RT 05 RW 03 Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo dan Subaidi (52), warga Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Farhan Mistahur Rahman (21), warga Dusun Krajan RT 05 RW 03 Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo dan Subaidi (52), warga Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo diringkus personel Polsek Dringu akibat mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya). 

Penangkapan kedua tersangka itu berawal dari adanya laporan warga tentang adanya peredaran gelap okerbaya di kawasan Dringu. 
Kapolsek Dringu, AKP Muhammad Dugel mengatakan pelaku Farhan dicokok personel Unit Reskrim saat melakukan transaksi okerbaya. 
Transaksi itu dilakukan di pinggir jalan Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. 
"Tersangka Farhan kami amankan tadi malam saat hendak melakukan transaksi jual-beli pil okerbaya. Tersangka tidak dapat mengelak setelah ditemukan barang bukti pil jenis Trihexyphenidyl dan pil jenis Dextrometrophan," katanya, Selasa (12/7/2022). 
Dari hasil pemeriksaan, Farhan mengaku pil okerbaya tersebut didapat dari Subaidi yang beralamatkan di Kota Pobolinggo. 
Kemudian, berbekal informasi itu petugas melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan Subaidi di rumahnya. 
"Saat kami lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti pil warna putih Trihexyphenidyl, dan pil warna kuning jenis Dextrometrophan, uang hasil penjualan okerbaya sebanyak Rp 165 ribu rupiah, dan catatan penjualan," sebutnya. 
Dari tangan kedua tersangka, petugas mengamankan 738 butir pil jenis Trihexyphenidyl dan 2.299 butir pil jenis Dextrometrophan. 
"Saat ini kedua tersangka terancam pasal 197 sub pasal 196  UU RI No. 36 Tahun 2009 (Tentang Kesehatan) dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara," pungkasnya. 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved