Berita Madiun

Darurat Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan, Ketum Muhammadiyah Ingatkan Menteri Nadiem: Pertanda

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengomentari soal maraknya kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ditemui di MI Muhammadiyah Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (14/7/2022) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengimbau pemerintah untuk semakin memperkuat nilai pendidikan karakter di bangku sekolah.

Menurut Haedar, pendidikan karakter menjadi solusi atau jalan keluar untuk meminimalisasi terjadinya pelecehan seksual yang akhir-akhir ini marak terjadi di lembaga pendidikan.

"Itu (pelecehan seksual di lembaga pendidikan) adalah pertanda. Pendidikan kita katanya sudah maju, fasilitas maju, bahkan ada kampus merdeka tapi ternyata kok ada pelecehan dengan berbagai kasus," kata Haedar saat ditemui usai meresmikan gedung MI Muhammadiyah Caruban, Kabupaten Madiun, Kamis (14/7/2022).

Menurutnya pembangunan karakter anak didik sebagai basis nilai dasar bisa melahirkan generasi bangsa yang mempunyai adab tinggi, jauh dari korupsi, pelecehan seksual, dan hal lain yang merendahkan martabat bangsa.

Untuk itu, Haedar meminta kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, kasus pelecehan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan bisa menjadi dasar untuk memperkuat basis pendidikan karakter.

Baca juga: Komite III DPD RI Apresiasi Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Jombang: Negara Sudah Hadir

"Lembaga pendidikan memang diawasi institusi kementerian. Tapi harus masif untuk (menggalakkan) pendidikan karakter. Kasus-kasus (pelecehan seksual) ini untuk menteri pendidikan bisa dijadikan dasar memperkuat basis pendidikan karakter," tegasnya.

Terkait peresmian gedung MI Muhammadiyah Caruban sendiri, Haedar sangat mengapresiasi.

Menurutnya untuk ukuran pendidikan dasar, gedung yang dimiliki oleh MI Muhammadiyah Caruban sudah megah.

Ia juga sempat menyapa langsung dan melihat berbagai kreativitas yang ditunjukkan oleh siswa MI Muhammadiyah Caruban.

"Harapan kepada seluruh dunia pendidikan Indonesia, harus memacu diri meningkatkan kualitas yang dulu disebut pendidikan karakter," jelas Haedar.

Dengan pendidikan karakter anak bangsa akan tetap kokoh pada nilai agama, nilai Pancasila, dan budaya luhur bangsa.

"Itulah pendidikan yang berbasis kepada keIndonesiaan, dengan begitu pendidikan Indonesia tidak akan tercerabut dari akarnya," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved