Ritual di Jember Membawa Maut

Ingat Ritual Maut di Pantai Payangan Jember? Pemimpin Padepokan Terima Vonis, Ini yang Meringankan

Masih ingat kasus ritual maut di Pantai Payangan Jember yang tewaskan 11 orang? Pemimpin padepokan menerima vonis, ini hal yang meringankan hukuman.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Nurhasan (35), terdakwa kasus ritual maut di Pantai Payangan Jember, yang menewaskan 11 orang, telah mendapatkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jember pada 13 Juli 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Nurhasan (35), terdakwa kasus ritual maut di Pantai Payangan Jember, yang menewaskan 11 orang, telah mendapatkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jember.

Pemimpin Padepokan Tunggal Jati Nusantara itu menerima vonis hakim setelah dinyatakan terbukti bersalah.

Pada persidangan yang diketuai oleh Totok Yanuarto, Nurhasan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kealpaan sebagaimana dakwaan penuntut umum. Dakwaan jaksa penuntut umum adalah Pasal 359 KUHP, tentang kelalaian atau kealpaan seseorang hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan," ujar Totok yang juga Juru Bicara Pengadilan Negeri Jember, Kamis (14/7/2022).

Majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Atas vonis tersebut, Nurhasan menerimanya alias tidak mengajukan banding. Oleh karena itu, JPU Adek Sri Sumarsih juga tidak mengajukan banding.

"Yang bersangkutan menerima putusan hakim tersebut. Kami JPU juga menerimanya. Karena vonis majelis hakim sudah 2/3 dari tuntutan JPU. Sehingga kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah," ujar Adek, Kamis (14/7/2022).

Sebelumnya, JPU menuntut Nurhasan dengan hukuman 5 tahun penjara. Namun majelis hakim menjatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan. Salah satu hal yang meringankan Nurhasan adalah 11 keluarga dari korban meninggal dunia ritual maut tersebut sudah memaafkan Nurhasan.

Diberitakan pada 13 Februari 2022 dini hari, terjadi kejadian yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan, sisi selatan Bukit Samboja, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Ke-11 orang tersebut tewas tergulung ombak laut selatan, saat sedang mengikuti sebuah ritual.

Mereka tergabung dalam Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang bermarkas di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember. Nurhasan, warga desa tersebut merupakan pemimpin kelompoknya.

Ketika itu ada 23 orang yang mengikuti ritual maut. 11 orang tidak selamat ketika ombak besar menggulung mereka saat melakukan ritual. Ritual tersebut memiliki tujuan bermacam-macam, antara lain pembersihan diri, meminta kesehatan, sampai ingin kaya.

Polisi pun kemudian menetapkan Nurhasan sebagai tersangka tunggal dalam peristiwa tersebut. Hingga akhirnya 13 Juli 2022 atau tepat 6 bulan berlalu setelah ritual maut itu terjadi, Nurhasan mendapatkan vonisnya dan menjadi terpidana. Dia harus mempertanggungjawabkan peristiwa yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia tersebut.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Ritual di Jember Membawa Maut

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved