Berita Kediri

Program Pusaka, 80 Pelaku UMKM Ikuti Kurasi untuk Kemitraan dengan Toko Modern

80 Pelaku UMKM mengikuti kurasi untuk Fasilitasi Kemitraan dengan Toko Modern dalam Program Produk UMKM Asli Kota Kediri (Pusaka) di Ruang Kilisuci

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
Pelaku UMKM mengikuti kurasi progam kemitraan awal dengan toko modern di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri, Kamis (14/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - 80 pelaku UMKM mengikuti kurasi untuk Fasilitasi Kemitraan dengan Toko Modern dalam Program Produk UMKM Asli Kota Kediri (Pusaka) di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri, Kamis (14/7/2022). 

Puluhan UMKM yang mengikuti kegiatan ini merupakan UMKM pilihan dari dinas teknis, di antaranya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, serta Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto menjelaskan, kegiatan kurasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui kesesuaian proses produksi, bahan baku, product knowledge, kemasan, hingga harga produk.

Selain itu mengetahui adanya potensi pengembangan produk; serta memastikan keberadaan setiap produk memiliki standar mutu dan kelayakan untuk konsumen. Melalui proses kurasi sampel produk beserta data penunjang akan dikirimkan kepada toko modern yang telah bermitra.

“Mereka minta kelengkapan UMKM dilampirkan mulai dari: NIB, PIRT, sertifikat halal. Tapi kami lakukan negosiasi untuk memudahkan pelaku UMKM, kalau sudah dinyatakan lolos baru kami kirimkan kelengkapannya,” jelasnya.

Pemkot Kediri telah melakukan kerjasama dengan berbagai toko modern seperti, Alfamart, Alfa Midi, Indomaret dan Hypermart.

“Untuk Hypermart dan Alfa Midi belum ada Pusaka, kemudian yang sudah menjalankan program Pusaka satu tahun namun perlu penambahan yaitu Alfamart dan Indomaret,” jelasnya. 

Agar sukses menembus toko modern, produk UMKM perlu mencantumkan informasi kemasan, seperti: PIRT, logo halal, gramasi, serta tanggal kadaluwarsa.

“Yang sudah melaksanakan kemitraan  Alfamart dan Indomaret. Selama bermitra, produk yang masuk belum ada evaluasi baik dari segi omzet, packaging, penjualan. Kami bisa menghubungi agar tahun ini bisa melakukan penambahan produk,” ujar Edi. 

Saat ini sekitar 80 persen toko modern di Kota Kediri telah menjalin kerjasama dengan Pemkot Kediri. Ditargetkan tahun ini seluruh toko modern melaksanakan program Pusaka.

Untuk merealisasikan target, Pemkot Kediri telah menetapkan regulasi yang mewajibkan toko modern memasarkan produk UMKM Kota Kediri

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Walikota Kediri Nomor 28 tahun 2021 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kemitraan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern dengan Usaha Kecil.

“Sudah kami wajibkan bagi seluruh toko modern, bagi yang tidak menjalankan program ini bisa disebut melanggar aturan. Kami pastikan ini akan berjalan selamanya dalam arti selama toko modern ini beroperasi,” tegasnya. 

Sementara Dewi, pemilik produk Kingkres mengaku selama l bekerjasama dengan Indomaret respon konsumen lebih positif dan produknya dapat lebih dekat dengan konsumen. 

“Saya senang, karena kalau mau beli jadi lebih mudah. Supaya bisa tetap ada di toko modern kami terus melengkapi perizinan karena perizinan sangat penting,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved