Raih Laba Bersih Rp 147 Juta di 2021, Darmi Bersaudara Fokus Pemulihan Ekspor dan Penetrasi Pasar

Raih laba bersih Rp 147 juta di tahun 2021, PT Darmi Bersaudara akan fokus pemulihan ekspor dan penetrasi pasar.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
(Dua dari kiri-paling belakang) Direktur Utama PT Darmi Bersaudara TBK, Nanang Sumartono Hadiwidjojo saat memimpin langsung acara Paparan Publik atau Public Expose Tahunan Perseroan PT Darmi Bersaudara Tbk Tahun 2022 secara hybrid di Darbe Cafe Surabaya, Senin (18/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktur Utama PT Darmi Bersaudara Tbk, Nanang Sumartono Hadiwidjojo mengatakan, di tahun 2022 ini, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) akan memfokuskan diri kepada hal dua penting, yakni ekspor dan penetrasi pasar.

"Di tahun 2022 ini, Perseroan akan memfokuskan diri sedikitnya kepada dua hal penting, yaitu terkait memulihkan ekspor perseroan secara bertahap, dan terus meningkatkan usaha penetrasi pasar langsung ke India melalui kantor perwakilan Perseroan di India," ujar Nanang Sumartono Hadiwidjojo kepada awak media saat acara Paparan Publik atau Public Expose Tahunan Perseroan PT Darmi Bersaudara Tbk Tahun 2022 secara hybrid di Darbe Cafe Surabaya pada Senin (18/7/2022).

Ia menjelaskan, pentingnya pemulihan ekspor lantaran perseroan menilai merebaknya wabah Covid-19 dengan bermacam variannya telah menyebabkan gangguan ekonomi yang signifikan di berbagai negara, salah satunya pasar utama Perseroan, yaitu India. Apa yang terjadi di negara tujuan ekspor ini, telah cukup banyak liputan media nasional dan asing yang memberitakan betapa terpuruknya kondisi India pada saat pandemi Covid-19 melanda.

Di Indonesia, sekalipun sudah terjadi banyak perubahan platform sarana pendukung kegiatan usaha yang mengalami kelangkaan luar biasa, seperti ketersediaan kapal pengangkut kontainer dan kontainer serta harga freight, yaitu 2 supporting aspect yang sangat vital bagi eksportir jalur laut seperti halnya Perseroan ini, ternyata masih belum dapat mendongkrak usaha. Patut dimaklumi, kesulitan besar terhadap operasional Perseroan sebagai eksportir jalur laut ini belum pernah dialami oleh para pelaku usaha manapun di Indonesia, termasuk pada Perseroan.

"Sementara dari sisi operasional, Perseroan masih juga terdampak, sehingga apa yang terjadi selama masa itu sejalan dengan informasi laporan keuangan publikasi Perseroan. Kontraksi negatif pada pos-pos signifikan keuangan masih terus terjadi dan Perseroan pun menyampaikan fluktuasi ini sebagaimana adanya kepada pemangku kepentingan," tambahnya.

Sedangkan dalam lingkungan internal Perseroan, hal yang sama masih menyelimuti kinerja produksi. Sekalipun telah dikatakan periode pandemi Covid-19 berangsur-angsur membaik, Perseroan masih belum dapat mengubah ritme kerja sebagaimana sediakala dan sebagai akibatnya, terjadi distorsi penurunan drastis atas kinerja ekspor.

Untuk meningkatkan usaha penetrasi pasar langsung ke India melalui kantor perwakilan Perseroan di India, kata Nanang, Perseroan menjaga kinerja dan profitabilitas, Perseroan masih terus berangsur-angsur meningkatkan volume penjualan yang dijalankan oleh kantor perwakilan Perseroan di India.

Peningkatan penjualan langsung kepada end user menjadi pilihan yang masuk akal untuk mendongkrak profitabilitas Perseroan karena harus diakui profit margin yang dihasilkan dari segmen retail ini masih sangat menjanjikan. 

Sejalan dengan hal tersebut, pada Kuartal I 2022, untuk menghidupkan kembali prosedur penjualan setelah cukup lama mengalami stagnasi, Perseroan telah mengirimkan 6 kontainer. Dilanjutkan dengan pengapalan 12 kontainer berikutnya di bulan Februari 2022. Diikuti dengan 12 kontainer pada bulan Maret 2022, dan 10 kontainer di bulan April lalu.

Dengan demikian, total pengapalan penjualan ekspor ke Asia Selatan dalam empat bulan pertama di tahun 2022 ini sudah mencapai 40 kontainer. Pada sepanjang bulan Mei Perseroan tidak mengapalkan kontainer. Bersama tim dari Kantor Perwakilan di Kolkata, India, Perseroan mengevaluasi pencapaian selama Kuartal I 2022.

"Jadi, penjualan ekspor setelah masa evaluasi adalah pada bulan Juni 2022 yang berhasil mengirimkan ada sebanyak 21 kontainer. Sedangkan sampai dengan minggu pertama bulan Juli 2022, Perseroan telah berhasil mengirim sebanyak 7 kontainer ke India. Dengan demikian total pengiriman sampai dengan saat ini adalah 68 kontainer," jelasnya.

Nanang menambahkan, sepanjang 2021, Perseroan masih berhasil mencatatkan angka penjualan bersih sebesar Rp 5,06 miliar dan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp 147,44 Juta.

"Bagi Direksi Perseroan, pencapaian itu sungguh patut disyukuri," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved