Berita Lumajang

Gedung di BKD Lumajang Akan Difungsikan sebagai Tempat Isolasi Jemaah Haji Positif Covid-19

Gedung di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang akan difungsikan sebagai tempat isolasi jika ada jemaah haji yang positif Covid-19.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi jemaah haji - Gedung di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang akan difungsikan sebagai tempat isolasi jika ada jemaah haji yang positif Covid-19 (virus Corona). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Gedung di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang akan difungsikan sebagai tempat isolasi jika ada jemaah haji yang positif Covid-19 (virus Corona).

Rencananya, jemaah haji asal Lumajang dijadwalkan pulang pada 28 Juli 2022 mendatang. Sebelum pulang, para jemaah haji akan diskrining ketat.

Informasinya, skrining tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh. Kemudian dilanjutkan dengan tes PCR dan swab antigen.

Jika jemaah positif dan bergejala, maka akan dirawat di rumah sakit rujukan di Surabaya. Namun, jika positif tapi tidak mengalami gejala, pasien bisa langsung diantar ke Lumajang.

Akan tetapi, sesampainya di Lumajang, jemaah yang positif tanpa gejala tidak bisa langsung pulang ke rumah. Tetapi, harus menjalani karantina terlebih dahulu di tempat isolasi terpusat (isoter), di sebuah gedung area Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan, dalam gedung tersebut, disiapkan 20 kamar isolasi. Setiap jemaah yang ditampung diimbau untuk melakukan karantina selama 10 hari. Namun bisa diperbolehkan lebih cepat jika sampai hari ke-3, jemaah sama sekali tidak merasakan gejala apapun.

"Tapi nanti semua sebelum pulang tetap kami tes ulang," kata dr Bayu Wibowo Ignasius, Selasa (19/7/2022).

Tes ulang tersebut nantinya jemaah akan dicek menggunakan swab antigen ataupun PCR. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kesehatan jemaah benar-benar aman sebelumnya akhirnya bertemu keluarga dan sanak saudara di rumah.

Bayu Wibowo Ignasius juga menjamin, selama jemaah menjalani karantina di tempat isoter akan mendapat perawatan maksimal. Kondisi jemaah diupayakan bisa segera pulih. Oleh karena itu, setiap hari petugas medis akan memberi makanan sehat dan obat-obatan kepada jemaah. Semua fasilitas tersebut gratis.

"Pesan saya kepada jemaah selama di Makkah patuhi prokes (protokol kesehatan). Supaya terus sehat dan setelah sampai di Tanah Air bisa langsung pulang ke rumah," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Lumajang

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved