Berita Tuban

Fakta Baru Kasus Anak Kiai di Tuban Hamili Santriwati 14 Tahun, Sering Boncengan hingga Kebablasan

Kasus persetubuhan yang dilakukan anak kiai di Kecamatan Plumpang, terhadap gadis di bawah umur menemukan fakta baru.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
via TribunManado
ILUSTRASI - Kasus Anak Kiai di Tuban Hamili Santriwati 14 Tahun, 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kasus persetubuhan yang dilakukan anak kiai di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban terhadap gadis di bawah umur menemukan fakta baru. 

Pelaku AH (21) menyetubuhi santriwati M (14) hingga melahirkan bayi laki-laki seberat 2,90 Kilogram di Puskesmas, Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Hasil penyelidikan yang dilakukan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Tuban, pelaku dan korban ini sudah dekat sekitar setahun. 

"Mereka punya hubungan pacaran, sudah sekitar satu tahun," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP M Gananta dikonfirmasi hasil penyelidikan, Minggu (24/7/2022). 

Gananta menjelaskan, pelaku dan korban ini sering boncengan motor, makan bareng, hingga akhirnya kebablasan. 

Kemudian dari hasil lidik juga menemukan fakta jika tidak ada aktivitas menginap di pondok pesantren (ponpes) setempat. 

Dari keluarga sudah bertanggung jawab akan menikahkan, bahkan sudah menikah siri dan akan dinikahkan secara sah yang saat ini sedang diproses.

Sebab harus ada dispensasi nikah (diska), mengingat posisi korban di bawah umur. 

"Sudah dinikahkan kemarin secara siri dan akan disahkan secara negara, sudah di proses di pengadilan agama juga," ujarnya. 

Disinggung mengenai proses hukum bagi pelaku meski sudah bertanggung jawab, perwira pertama itu menyatakan jika proses hukum masih berjalan. 

Pihak kepolisian masih mendalami perkara tersebut, juga membuka Hotline jika ada aduan dari masyarakat apabila ada korban lain atau fakta-fakta lainnya silahkan dilaporkan. 

"Kasus hukum masih diproses, kita juga membuka layanan hotline terkait kasus ini ke nomor 0813-3434-9449. Silahkan masyarakat jika ada aduan berkaitan kasus ini agar melapor," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, kasus persetubuhan anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Tuban

Parahnya, kejadian ini diperkirakan terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes) turut wilayah Kecamatan Plumpang. 

Bahkan pelaku AH (21) diketahui merupakan anak kiai ponpes, korbannya adalah santriwati M (14) warga setempat. 

Korban kini harus menanggung malu atas ulah bejat pelaku, karena melahirkan seorang bayi berjenis kelamin putra. 

Bayi tak berdosa seberat 2,90 Kilogram tersebut dilahirkan di Puskesmas, Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. 

Seorang tokoh masyarakat setempat, Nanang Susanto, membenarkan kejadian yang dialami M. 

Kejadian yang menimpa gadis di bawah umur itu memang mirip dengan kasus pencabulan oleh anak kiai di Jombang. 

Hanya saja untuk kedua orang tua korban tidak berani melaporkan kejadian yang menimpa anaknya, karena takut. 

"Pelaku persetubuhan tersebut merupakan anak dari tokoh agama atau kiai pemilik pondok pesantren. Orang tua korban tidak berani lapor polisi, karena pelaku anaknya kiai yang sangat dihormati," kata Nanang kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Ia menjelaskan, petugas dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban, dan petugas kecamatan juga sudah berkunjung melihat kondisi korban dan bersedia mendampingi. 

Namun pihak orang tua korban kondisinya masih trauma dan syok melihat anaknya yang telah menjadi korban persetubuhan, hingga melahirkan bayi tersebut.

Korban merupakan santri yang setiap hari mengaji di lembaga pendidikan keagamaan atau pondok pesantren, milik orang tua dari AH yang juga sebagai guru ngaji. 

Sekitar setahun lalu korban bersama para santri lainnya, hampir setiap hari diharuskan bermalam di pondok pesantren tersebut.

"Santri diharuskan bermalam dan tidur di bangunan semacam aula, yang santri perempuan tidur di lantai atas dan yang santri laki-laki tidurnya di bawah. Aksi persetubuhan diduga dilakukan pada saat korban bermalam tidur di ponpes, teman korban sesama santri juga seringkali melihat anak kiai tersebut mencabuli korban di malam hari," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved