Berita Jember

Datang ke Rumah, Remaja 17 Tahun di Jember Pukuli Wanita, Aksinya Buat Berurusan dengan Polisi

Datang ke rumah, remaja 17 tahun di Jember ancam akan membacok lalu pukuli seorang wanita, aksi pelaku buatnya berurusan dengan polisi.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Kolase Ilustrasi Tribun Bali, Tribunnews.com
Ilustrasi penganiayaan - WS, remaja 17 tahun asal Jember, harus berurusan dengan polisi setelah menganiaya wanita berinisial REE (31) yang tak lain adalah kerabatnya, di Kecamatan Jombang, Jember. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - WS, remaja 17 tahun asal Jember, harus berurusan dengan polisi setelah menganiaya wanita berinisial REE (31) yang tak lain adalah kerabatnya, di Kecamatan Jombang, Jember.

Korban melapor ke polisi setelah WS datang ke rumahnya dan mengancam akan membacok memakai senjata tajam.

Namun saat itu, WS tidak membawa senjata tajam. Dia lantas memukuli korban memakai tangan kosong. Pukulan diarahkan ke kepala dan punggung korban.

Rupanya WS melakukan perbuatan itu dalam keadaan mabuk. Penganiayaan WS kepada korban berhasil dihentikan oleh tetangga korban. Pria itu melerai WS dan menyuruhnya pulang.

Setelah kejadian, korban memilih melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jombang. Korban mengalami luka memar di kepala dan punggung.

Polisi melakukan penyelidikan, sampai akhirnya mengamankan WS pada Selasa (26/7/2022).

Dari pemeriksaan terkuak, kalau WS masih berusia anak, yakni 17 tahun. WS juga masih kerabat korban.

"Akhirnya kami mediasi, karena akan lebih banyak manfaatnya jika kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Kapolsek Jombang, AKP Kusmiyanto, Rabu (27/7/2022).

Setelah ada mediasi dan tercapai kesepakatan, pelapor mencabut laporannya. Korban bersedia mencabut laporan itu, sedangkan WS bersedia dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Polisi menempuh langkah Restorative Justice (RJ) dalam perkara tersebut.

"Anak itu juga mau dipondokkan. Katanya sudah berangkat ke pondok pesantren," imbuh AKP Kusmiyanto.

WS, oleh orang tuanya, kemudian dikirim ke sebuah pondok pesantren di Lumajang. AKP Kusmiyanto berharap, peristiwa itu memberi pelajaran kepada WS, agar tidak tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Kumpulan berita seputar Jember

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved