Ajudan Jenderal Ferdy Tembak Brigadir J

Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Mabes Polri Libatkan 8 Dokter Ahli Forensik, Ada Satu dari Unair

Bareskrim Mabes Polri mengajukan permohonan kepada Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) pusat, sebagai keterangan ahli dalam kasus penembakan

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUN JAMBI/SUANG SITANGGANG
Anggota Polri mengangkat peti jenazah Brigadir J usai autopsi ulang atau ekshumasi digelar di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Rabu (27/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bareskrim Mabes Polri mengajukan permohonan kepada Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) pusat, sebagai keterangan ahli dalam kasus penembakan yang dialami oleh Brigadir J.

PDFI melakukan koordinasi untuk membuat sebuah tim sebagai pelaksanaan permintaan tersebut. Setidaknya ada 8 dokter yang terlibat dalam autopsi ulang jenazah Brigadir J. Salah satunya Prof.Dr.dr.Ahmad Yudianto,SpFM(K),SH,M.Kes.

Ahmad Yudianto merupakan KPS S2 Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Unair (Universitas Airlangga) dan Kadep Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK Unair. Menurutnya, dengan jumlah 8 dokter ini kemudian dibagi menjadi 2 tim. Tim penasehat dan tim pelaksana. 

"Ada tiga anggota tim penasehat yang terdiri dari Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, saya sendiri, dan  Prof. Dr. dr. Dedi Afandi, Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau," ujarnya, Sabtu (30/7/2022).

Sedangkan tim pelaksana, lanjut dia yakni Dokter Ade Firmansyah Sugiharto Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia, Dr. dr Rika Susanti, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dr Ida Putu Bagus Alit Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dokter Yudy, Spesialis Patologi Forensik RSCM, dan dr Sofiana ahli Forensik dari RSPAD Gatot Subroto.

Baca juga: Kesaksian Penggali Kubur soal Kondisi Jenazah Brigadir J Sebelum Autopsi Ulang, Peti Dibuka Setengah

"Tentunya persiapan yang sudah dilakukan bersama sama meliputi rapat sebelum pergi ke Jambi. Pertemuan rutin dilakukan oleh tim yang beranggotakan delapan ini, sampai saat ini masih pembahasan, karena sedang dilakukan analisis hasil," bebernya.

"Pastinya dengan berbagai diskusi membawa nama institusi besar dan nama baik profesi forensik, perlu dipersiapkan sesuai dengan keahlian masing masing lantaran berbagai ahli," lanjutnya.

Dalam pemeriksaan, Ahmad mengungkapkan, ada bahan biologis yang memerlukan pengamatan dan analisis lebih lanjut. Sehingga, guna membutuhkan pemeriksaan onkologis, maka dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

"Prosesnya memakan waktu dua sampai empat minggu prosesnya. Kami memeriksa secara menyeluruh dan komprehensif," ungkapnya.

Mengenai hasil pemeriksaan, kata Ahmad, masih belum terselesaikan karena masih dilakukan oleh para anggota tim dan menunggu hasil pemeriksaan.

"Saya harap kasus ini bisa tertuntaskan sampai selesai. Sebenarnya pada kasus ini bukan hanya ahli forensik, tapi juga melibatkan ahli ahli cyber, mengumpulkan data dan mengungkap kasus. Kasus ini bisa cepat tuntas dan masyarakat bisa merasa puas terhadap penegakan hukum di indonesia," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved