Berita Gresik

Niat Beli Ponsel tapi Pakai Uang Palsu, Nasib Warga Lamongan Berakhir di Bui

Inilah nasib terkini warga Lamongan yang nekat edarkan uang palsu untuk beli ponsel.

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sugiyono
UANG PALSU - Para terdakwa yang terlibat uang palsu menjalani sidang secara daring di Pengadilan Negeri Gresik, Senin (25/7/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Muhamad Syaiful Afandi (27), warga Desa Tengiring, Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan dan Subekti (28), warga Dusun Kanyar, Desa Lamongan Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan dihukum penjara selama 3 Tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (9/8/2022).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Bagus Trenggono mengatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal 36 ayat (3), Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dimana, kedua terdakwa diduga terbukti bersalah mengedarkan uang palsu untuk membeli ponsel secara online di Jalan Sukomulyo Manyar - Gresik pada 1 Januari 2022, pukul 21.30 WIB. Uang tersebut diketahui uang palsu alias tidak asli.

"Menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara terhadap kedua terdakwa Muhamad Syaiful Afandi dan Subekti," kata Bagus Trenggono.

Selain itu, barang bukti berupa 99 lembar uang seratus ribu palsu dan 540 lembar uang lima puluh ribuan palsu dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan, motor Yamaha N Max nopol W 5785 DY dikembalikan kepada pemiliknya.

Putusan tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Maria Sisilia Gracela. Terdakwa dituntut hukuman penjara selama 3 Tahun. Atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik Jaksa menyatakan pikir-pikir.

Baca juga: Diduga Edarkan Uang Palsu Untuk Beli Ponsel, Warga Lamongan Terancam Mendekam di Penjara

"Kita pikir-pikir yang mulia," kata Maria Sisilia.

Atas putusan tersebut, panasihat hukum kedua terdakwa dari Pos Bantuan Hukum YLBH Fajar Trilaksana yaitu Herman Sakti Iman akan menyampaikan putusan tersebut kepada keluarga terdakwa.

"Kami sampaikan putusan ini kepada keluarga terdakwa. Apakah banding atau menerima dari putusan majelis hakim," kata Sakti.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved