Berita Gresik

Ratusan Pekerja Unjuk Rasa di PT Samator Intiperoksida Gresik Buntut Tak Terima Rekannya Kena PHK

Ratusan pekerja yang tergabung dalam FSP Kahutindo Kabupaten Gresik unjuk rasa di PT Samator Intiperoksida, Jalan KIG Raya Utara, Blok K Kav. 12-20 RT

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Moch. Sugiyono
Para Pekerja yang tergabung dalam FSP Kahutindo Kabupaten Gresik unjuk rasa di PT Samator Intiperoksida, Jalan KIG Raya Utara, Desa Roomo, Kecamatan Manyar-Gresik. Massa memperjuangkan hak temannya yang terkena dampak PHK, Rabu (10/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Ratusan pekerja yang tergabung dalam FSP Kahutindo Kabupaten Gresik unjuk rasa di PT Samator Intiperoksida, Jalan KIG Raya Utara, Blok K Kav. 12-20 RT 002/01, Desa Roomo, Kecamatan Manyar-Gresik, Rabu (10/8/2022).

Ketua DPC FSP Kahutindo Kabupaten Gresik Agus Salim mengatakan, unjuk rasa ini atas putusan sepihak dari perusahaan PT Samator Intiperoksida. Dan dalam memberikan upah, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Ratusan massa unjuk rasa di depan Kantor PT Samator Intiperoksida dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Secara bergantian orasi dari ketua serikat pekerja FSP Kahutindo dari perwakilan perusahaan masing-masing perusahaan. 

Ada tiga pekerja yang di putus hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan PT Samator Intiperoksida. Rata-rata masa kerja sudah mencapai 20 Tahun.

"Maka, kita mengharapkan tiga pekerja ini tetap bekerja atau di PHK tapi upahnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Agus Salim. 

Perwakilan massa akhirnya bisa dimediasi oleh manajemen PT Samator Intiperoksida bersama perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik. Namun, dalam mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan bersama. 

"Hasilnya, akan ada mediasi di Kantor Disnaker pada pekan depan," katanya. 

Terpisah Manager Sumber Daya Manusia (SDM) PT Samator Intiperoksida Yunus Fantoni mengatakan, PHK ini sudah sejak bulan Mei 2022

Sebab perusahaan betul-betul terdampak pandemi covid-19, dan produksi sudah tidak maksimal. Seperti produksi hand sanitizer dan masker. 

Sementara dari PHK para pekerja tersebut sudah sesuai kesepakatan bersama para pekerja dan upah juga sudah diberikan atas kesepakatan bersama antara perusahaan dengan para pekerja. 

"Dari unjuk rasa ini kita akan rapatkan dengan jajaran direksi dan pemegang saham," kata Yunus. 

Lebih lanjut Yunus menambahkan, perusahaan juga siap memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. Sehingga, harus diputuskan oleh Pengadilan.

"Namun, jika masih dipermasalahkan, kita akan serahkan ke Pengadilan," katanya. 

Setelah mediasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Gresik

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved