Berita Jember

Siasat Kakek di Jember Diduga Berbuat Dosa ke 5 Bocah, Diajak ke Rumah saat Istri Pergi Pengajian

Kasus pelecehan seksual kembali terjadi menimpa anak-anak di Kabupaten Jember. Kali ini peristiwa terjadi pada sejumlah anak di sebuah kelurahan di Ke

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribunnews Kupang
Ilustrasi pencabulan 5 bocah desa oleh kakek di Jember. Rencana licik kakek berusia 60 tahun ini dilakukan saat istri keluar rumah atau saat pergi pengajian 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kasus pelecehan seksual kembali terjadi menimpa anak-anak di Kabupaten Jember. Kali ini peristiwa terjadi pada sejumlah anak di sebuah kelurahan di Kecamatan Kaliwates, Jember.

Orang tua penyintas sudah melaporkan peristiwa itu ke Polres Jember. Ketua RW yang mendampingi pelaporan itu, M Muslih menuturkan, bagaimana peristiwa yang menimpa para bocah itu bisa terungkap. Bermula saat ada keresahan di RW-nya. Bahkan dia dituding akan melindungi terduga pelaku. 

"Awalnya ada keresahan, bahkan tudingan ke saya, kalau saya tidak bisa menyelesaikan kasus ini. Bahkan warga mau mendemo saya. Saya yang awalnya tidak tahu, akhirnya mencari tahu apa yang terjadi. Setelah berunding, akhirnya warga saya redam dan kami memilih melapor ke polisi," ujar Muslih, Kamis (11/8/2022).

Dari penelusuran Muslih, sejauh ini ada lima orang anak yang mengaku dilecehkan oleh seorang warga di lingkungan Muslih. Terduga pelaku itu berinisial MY (60). Penyintas (korban, red) merupakan anak-anak yang juga tinggal di lingkungan yang sama.

Kelima anak itu sama-sama mendapatkan pelecehan seksual dalam bentuk yang sama. Kelima anak itu ada laki-laki, dan seorang anak perempuan.

Baca juga: Akal Bulus Guru Ngaji di Mojokerto Cabuli 3 Bocah, Pelaku Panggil Korban ke Ruang Sekretariat

Akibat peristiwa itu, seorang anak laki-laki mengaku trauma. Bahkan dia takut dan menangis ketika bertemu dengan terduga pelaku.

Setelah mengumpulkan data awal, dan beberapa penyintas yang mau melapor, Muslih mengajak para orang tua penyintas untuk melapor ke Polres Jember.

Menurut Muslih, peristiwa pertama terjadi tiga tahun lalu. Dan terus terjadi sampai akhir Bulan Juli kemarin.

"Caranya sama, anak-anak ini dipaksa, dirayu diiming-imingi uang, diajak ke rumahnya ketika istri (terduga pelaku) tidak ada di rumah, kadang saat sang istri pengajian. Kemudian mata anak-anak ini ditutup, dan lalu dilecehkan," kata Muslih.

Warga menginginkan terduga pelaku tidak tinggal di lingkungan tersebut, selain juga proses hukum harus ditegakkan. Muslih menambahkan, selama ini anak-anak takut karena terduga pelaku merupakan warga yang disegani di lingkungan tersebut.

Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jember. Beberapa penyintas juga didampingi oleh konselor PPA Jember.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual di Kabupaten Jember, dalam bentuk pelecehan seksual.

Berdasarkan data dari Polres Jember maupun UPTD PPA Pemkab Jember, kasus kekerasan anak di Jember tahun 2022 didominasi kasus kekerasan seksual kepada anak.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved