JKN Berikan Manfaat Persalinan, Ini Syarat dan Prosedur yang Harus Dilakukan

BPJS Kesehatan atau JKN memberikan manfaat persalinan, ini sejumlah syarat dan prosedur yang harus dilakukan. Berbeda keadaan berbeda tindakan.

Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
BPJS Kesehatan atau JKN memberikan manfaat persalinan, ini sejumlah syarat dan prosedur yang harus dilakukan. Berbeda keadaan berbeda tindakan. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - BPJS Kesehatan adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Jaminan kesehatan menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yaitu jaminan yang diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas, dengan tujuan menjamin agar seluruh rakyat Indonesia memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar Kesehatan. Salah satu manfaat JKN sebagaimana diatur juga dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan adalah jaminan pelayanan kebidanan dan neonatal. 

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Hernina Agustin Arifin, menyebutkan syarat utama penjaminan persalinan dalam Program JKN adalah peserta JKN dengan status kepesertaan aktif, sesuai dengan indikasi medis dan ketentuan yang berlaku. Perlu menjadi perhatian ketika menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), peserta harus memastikan status kepesertaannya aktif. 

“Syarat pertama, harus terdaftar sebagai peserta JKN. Tidak sampai di situ, status kepesertaannya juga harus aktif. Apabila statusnya tidak aktif, maka diimbau untuk segera mengurus apa yang menyebabkan kepesertaannya tidak aktif,” ucap Hernina Agustin Arifin, Jumat (12/8/2022).

Hernina Agustin Arifin melanjutkan, prosedur pertama yang harus dilalui peserta yakni berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau bidan jejaring FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

FKTP atau bidan jejaring akan memberikan pelayanan kebidanan dan neonatal. Khusus dalam kondisi gawat darurat, Hernina Agustin Arifin mengatakan, peserta dapat langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Apabila di bidan jejaring atau di FKTP hasil pemeriksaan menunjukkan peserta perlu pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dirujuk ke FKRTL sesuai dengan sistem rujukan berjenjang. Namun apabila dalam kondisi darurat, maka peserta bisa langsung ke IGD,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nirmala Kediri, Maranti Dian Hapsari menjelaskan lebih lanjut setelah peserta tiba di FKRTL, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) akan memberikan analisa dan penilaian apakah kondisi pasien masuk dalam kategori emergency atau non emergency berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, partograf, observasi, Ultrasonografi (USG), indikasi klinis dan kontra indikasi yang ada. 

“Emergency yang dimaksud adalah pasien yang membutuhkan tindakan saat itu juga, misalnya pasien dirujuk dengan detak jantung janin rendah, ketuban pecah, perdarahan, kejang pada kehamilan, dan kondisi lain yang mengancam jiwa ibu dan bayinya. Pada saat itu juga pasien harus segera dilakukan tindakan terminasi/section caesar untuk keselamatan ibu dan bayinya,” jelasnya. 

Maranti mencontohkan kasus lain, apabila terdapat pasien rujukan dari FKTP dengan riwayat risiko tinggi, seperti preeklamsia yang berisiko tinggi apabila melahirkan di FKTP, maka FKRTL akan melakukan rangsangan (drip) sehingga dapat melahirkan secara spontan normal (pervaginam). Terkait alur pelayanan persalinan tersebut, petugas di RSIA Nirmala Kediri pro aktif dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada pasien. Maranti juga menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan, baik kepada pasien yang menggunakan JKN maupun umum.

“Sedangkan pasien dengan kategori non emergency biasanya pasien yang hanya perlu dilakukan perawatan konservatif atau mempertahankan kehamilan, sehingga apabila pasien akan melakukan tindakan persalinan sesar sudah lebih terencana sesuai dengan kondisi medis pasien. Dan apabila pasien dalam keadaan yang lebih baik, maka dapat kembali ke FKTP untuk melakukan pemeriksaan ANC sampai nanti tiba waktunya untuk melakukan persalinan normal," pungkasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved