Berita Madura

Stok Daging Sapi Madura di Kalbar Menipis, Pengiriman Belum Dibuka Meski Bangkalan Zero Case PMK

Tersendatnya pengiriman sapi ke luar Pulau Madura sejak Mei 2022 lalu akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD FAISOL
Nur Hakim (31), peternak sapi asal Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan ketika hendak mengirimkan sapi-sapinya ke Kalimantan Barat melalui Pelabuhan Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi jelang Lebaran Kurban tahun 2021 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Tersendatnya pengiriman sapi ke luar Pulau Madura sejak Mei 2022 lalu akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdampak terhadap ketersediaan daging sapi di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya. Daerah tersebut merupakan jalur sutra pengiriman sapi asal Bangkalan.

Meredanya kasus sebaran PMK di Kabupaten Bangkalan belum sepenuhnya membuat lega para pedagang sapi. Pasalnya, pemerintah melalui Satgas Pengendalian PMK masih menutup rapat lalu lintas pengiriman sapi.

Status lockdown di tiga provinsi; Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Satgas Pengendalian PMK Nomor 3 Tahun 2022 hingga sekarang belum dicabut.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki mengungkapkan, terbitnya SE Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan dan Produk Hewan Rentan PMK Berbasis Zonasi akan menggugurkan SE sebelumnya, Nomor 3 Tahun 2022.

“Ternyata tidak, status lockdown masih berlaku hingga sekarang. Padahal update terkini PMK di Bangkalan untuk hari ini sudah zero case. Beberapa hari sebelumnya masih di bawah 10 kasus per hari,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan, drh Ali Makki kepada Surya (Tribun Jatim Network), Minggu (14/8/2022).

Ia menjelaskan, dengan kondisi nol kasus PMK para pedagang sapi di Bangkalan berharap lalu lintas pengiriman sapi ke luar Madura, khususnya ke Kalimantan Barat bisa kembali dibuka. Namun pihak Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan tidak mampu berbuat banyak.

Karena pencabutan status lockdown, lanjut Ali, sudah diambil alih Satgas PMK yang dikomandoi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan.

Perihal itu sudah disampaikan dalam kesempatan rapat bersama DPRD Kabupaten Bangkalan yang memfasilitasi keluhan para pedagang sapi.

“Para pedagang sapi dari Kubu Raya datang ke Bangkalan karena di sana kondisinya sudah kehabisan stok daging sapi, beberapa bulan memang pengiriman dihentikan. Mereka menyampaikan bahwa Kalimantan Barat siap menerima. Artinya mereka sudah membuka kembali, siap mengeluarkan rekomendasi untuk sapi-sapi masuk,” jelasnya.

Berangkat dari situasi itulah, pihaknya melayangkan surat ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Namun hingga saat ini, Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan belum menerima surat balasan terkait permintaan agar dibuka kembali lalu lintas pengiriman sapi ke luar Madura.

“Jika mengacu pada SE Nomor 4 itu, ada klausul yang menyebutkan bahwa untuk kabupaten/kota zona merah PMK dilarang dilalulintaskan ke kabupaten/kota merah di provinsi  merah. Di situ ada pengecualian, untuk kebutuhan sapi potong diperbolehkan dan tidak untuk kebutuhan pengembang biakan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved